Ini Kenapa Slank Bakal Tetap Melegenda di Indonesia Sampai Kapanpun

Slank, siapa sih yang tidak pernah mengenal band legendaris yang digawangi oleh Bimbim, Kaka, Ridho, Abdee, dan Ivan ini? Tidak terasa, sudah puluhan tahun Slank mengeluarkan lagu-lagu legendaris, mempunyai basis fans fanatik bernama Slankers yang beranggotakan jutaan orang, dan mendapatkan berbagai penghargaan dari dalam maupun luar negeri. Sebenarnya, bagaimana kisah hidup Slank yang membuat mereka layak disebut sebagai salah satu band legendaris di Indonesia? Dan kenapa mereka akan tetap melegenda sampai puluhan tahun ke depan? Ini bukan biografi Slank, tapi pernyataan jujur dari Slankers untuk Slankers. Buat kamu yang sudah muak dengan band-band alay mainstream jaman sekarang, wajib baca!

idak menutupi masa lalu yang kelam

slank-tahun-84

[Photo Credit: Dulu, Bimbim dan teman-temannya memakai drug, sekarang sudah tobat]

Slank pernah ngedrugs. Slank pernah hidup gila-gilaan. Slank hobi mabuk-mabukan. Sekarang coba kamu ganti kata “Slank” dengan band lain. Pernah dengar frase serupa? Pasti hampir tidak pernah! Ketika kebanyakan band atau artis menutupi masa lalunya, bahkan ada yang tidak mengakuinya suaminya sendiri (kalo hobi gosip pasti tahu, apalagi yang pernah merasa sakitnya tuh disini), Slank justru sangat terbuka. Mereka menyesal pernah melakukan dosanya. Bahkan, meskipun dulu pernah terjangkit narkoba, Slank kini sudah bersih dari narkoba, dan mengajak Slankers lain untuk menghindari barang terlarang itu. Tidak hanya di mulut saja, Slank bahkan membangun pusat rehabilitasi pecandu narkoba di Gang Potlot, markas mereka di Jakarta. Slank sadar, bahwa Slankers akan meniru perbuatan apapun yang dilakukan oleh Slank. Jadinya, mereka tidak akan bullshit dan berbohong tentang masa lalu, tapi justru mengajak ke arah masa depan yang lebih baik.

Mau konser apapun, benderanya tetap Slank

bendera-slank-berkibar

[Photo Credit: Lihat saja asal daerahnya, dan parahnya lagi, kadang berkibarnya bukan di konser Slank]

Sedang mendatangi konser Padi? Biasanya ada bendera Slank. Ikut konser Dewa? Ada bendera Slank. Goyang bareng Ayu Ting-Ting? Ada bendera Slank. Mau genre apapun, setiap konser musik di Indonesia ada 90% kemungkinan bendera Slank berkibar disana. Bahkan, ada Slankers yang mendatangi setiap konser, mengibarkan benderanya, berharap Slank menyumbangkan 1 lagu, meskipun Slank memang tidak punya jadwal di konser tersebut. Artis-artis lainnya sampai sangat maklum dengan kebiasaan Slankers yang sangat fanatik ini. Apapun konsernya, apapun musiknya, siapapun artisnya, selalu ada bendera Slank berkibar.

Hidup bersama Slankers

bimbim-keren

[Photo Credit: Bimbim sampai dipanggil mas bimbim oleh Slankers, saking dekatnya]

Buat kamu yang ingin tahu bagaimana kisah hidup Slank, coba tonton beberapa film yang mendokumentasikan mereka. Berbeda dengan kebanyakan artis yang bergaya hidup jetset dan seperti tinggal di planet lain, para personel Slank hidup sebagaimana Slankers hidup. Kalau pada tahun 90an kamu main ke Gang Potlot, lalu makan di wartegnya, kamu akan dengan gampang bertemu Kaka atau Bimbim sedang makan juga disana. Karena kini sudah berkeluarga, personel Slank memang sudah hampir mustahil ditemui di warteg. Tapi mereka masih sering muncul di Potlot. Kalau bertemu dan sekedar meminta foto (atau believe me, minta rokok!) kamu pasti diladeni kok. Mereka bukan orang-orang sombong.

Jadi apa adanya

badan-kaka

[Photo Credit: Ini seriusan badan Kaka, bagus kan?]

Slank yang selengean, bukan Cuma di tahun 90an (atau kalau kamu tua banget, 80an). Sampai sekarang, Slank masih tetap selengean. Dari umur belasan sampai sekarang masuk kepala 4, tetap saja selengean dan anak rocker versi mereka. Kalau konser, Kaka masih sering pakai sandal jepit. Dan karena sekarang sudah bebas narkoba dan rajin fitness, doi juga jadi lebih bagus waktu buka baju waktu konser. Tidak ada ceritanya Slank pencitraan. Mereka mendukung filosofi yang mereka anggap benar, dan selalu menjadi diri sendiri. Slank juga selalu mengajak Slankers untuk jadi diri sendiri saja, tidak perlu aneh-aneh. Perjalanan karir Slank yang pernah terlibat narkoba juga tidak pernah ditutupi, jadi apa adanya saja.

Lagunya dekat dengan generasi manapun

ridho-lagi-maen

[Photo Credit: Masuknya Ridho memberikan warna musik baru ke Slank]

Slank, bisa diibaratkan sebagai kepompong yang terus menerus bermetamorfosa menjadi kupu-kupu. Kupu-kupu yang terus menghibur Slankers, dari berbagai generasi. Hebatnya, lagu-lagu tahun 90-an milik Slank masih sering diputar hingga sekarang. Jadi, meskipun lagu Slank diatas tahun 2005 sudah agak berbeda, generasi lama masih tetap setia menjadi Slankers. Lagu-lagu diatas tahun 2005 juga memberikan Slank penggemar generasi baru. Hasilnya pun cukup epik. Kalau kamu main ke konser Slank, jangan heran melihat remaja umur 15an bernyanyi bersama om-om berusia 40an keatas. Mulai dari lagu “Maafkan” di album pertama, sampai “Slank Nggak Ada Matinya” di album 2013, semuanya punya penggemarnya masing-masing, dan kompak mengaku Slankers!

Punya fans dari golongan apapun (dari miskin sampai kaya)

konser-timor-leste

[Photo Credit: Ini Slank sedang konser di Timor Leste, berbagai golongan datang brur]

Karena topik lagu yang sangat lebar, mulai dari perjuangan rakyat bawah, sampai persahabatan dan cinta, Slank akhirnya mempunyai fans yang sangat lebar juga. Mulai dari tukang ojek sampai manajer perusahaan (yang dulu masa mudanya terinspirasi lagu Slank), semuanya masih setia dengan Band yang awalnya diciptakan Bimbim ini. Ketika konser, apalagi di stadion, semua Slankers itu saudara, tidak peduli kamu yang manajer, ataupun kamu yang office boy perusahaan sang manajer tadi. Dalam film biografi Slank, sering ditunjukkan Slankers dari berbagai golongan, berbagai usia, dan berbagai suku. Bhinneka tunggal ika!

Cinta ibundanya!

bunda-iffet

[Photo Credit: Bunda Iffet punya anak banyak, jutaan Slankers di Indonesia!]

Menurut ajaran berbagai agama, dan ajaran orang bijak, siapapun yang mencintai ibundanya akan diberikan rahmat dan rezeki yang besar. Agaknya ajaran ini dipraktekkan benar oleh Slank. Bunda Iffet, ibunda dari Bimbim dan Kaka, sudah menjadi ibunda bagi jutaan Slankers di Indonesia. Di saat sulit, Bunda Iffet berhasil menyadarkan anak-anak Slank dari bahaya narkoba. Meskipun sudah sangat tua, Bunda tetap mengantarkan Slank konser di manapun. Seperti kata Bimbim, Slank adalah satu-satunya rocker di dunia yang kalau manggung masih ditungguin orang tua.

Peduli dengan hal selain musik

abdee-nagara

[Photo Credit: Begitu gabung dengan Slank, Abdee pernah ikutan demo dan juga membantu rehabilitasi Bimbim]

Slank bukan hanya peduli tentang musik dan kepentingan pribadi, tapi juga masyarakat. Bagi Slankers yang terlibat kasus demonstrasi besar-besaran di tahun 1998, pasti masih ingat Slank pernah terjun langsung dan mengobarkan semangat mahasiswa yang di sana. Lagu-lagu Slank sangat provokatif, terutama di album “Mata Hati Reformasi”. Tidak jarang, Slank dipanggil DPR untuk mempertanggung jawabkan lirik lagunya. Terakhir, waktu pilpres 2014 lalu, Slank juga aktif meneriakkan perubahan pemerintah. Selain politik, Slank juga sangat peduli tentang rehabilitasi narkoba dan masalah sosial lainnya.

Perwujudan perjuangan rakyat bawah

kaka-kompak-di-solo

[Photo Credit: Slank banyak dicintai rakyat bawah]

Perjuangan Slank, dandanan Slank, lirik-lirik lagu Slank, banyak sekali yang melambangkan perjuangan rakyat bawah. Seperti seniornya Iwan Fals, Slank juga mempunyai basis fans rakyat bawah yang sangat besar. Lagu-lagu Slank sangat dekat dengan rakyat bawah. Contohnya lagu “Jinna”, atau “Indonesiakan Una”, sangat dekat dengan penderitaan golongan yang terpinggirkan. Slank juga berusaha ingin mengubah hidup Slankers jadi lebih baik. Filosofi ini seakan diangkat juga di lagu “Mars Slank” atau “Lo Harus Grak”. Bahwa, Slankers harus bekerja keras untuk mengubah nasib, dan terus maju pantang menyerah untuk hidup yang lebih baik. Perjalanan karir Slank tidak bisa lepas dari perjuangan rakyat bawah Indonesia.

Meneriakkan peace, bukan menye-menye

ivan-yang-cowok-banget

[Photo Credit: Lihat saja tampang Ivan, mana ada muka menye-menye, pria sejati!]

Band alay sangat terkenal dengan lagu yang menye-menye, lagu yang banci-banci, dan bullshit. Sedangkan Slank, meskipun mereka juga menulis lagu cinta, biasanya lagu cinta yang benar-benar mengena, anti bullshit. Mana ada band lain yang berani membuat lagu “Anuku hanya untukmu”? Selain anti bullshit, Slank juga selalu meneriakkan peace, sambil mengangkat dua jari, mengajak semua Slankers untuk selalu menjaga kedamaian. Bahkan, sembari promosi album “Virus”, Slank tur keliling Indonesia menyebarkan virus kedamaian.

Anti korupsi, bukan mesum-mesuman

anti-korupsi

[Photo Credit: Kamu termasuk yang anti korupsi juga kagak?]

Masih ingat lagu “Seperti Para Koruptor” dari Slank? Gara-gara lagu ini, Slank dipanggil oleh DPR untuk menjelaskan lirik lagunya. Sepertinya, bapak-bapak kita di DPR sedikit tersinggung, meskipun sebenarnya niatan Slank hanya mengingatkan kita untuk jangan korupsi. Sangat menyedihkan kalau kita bandingkan Slank dengan band mainstream jaman sekarang, mereka hanya membahas tentang cinta-cintaan, mesum-mesuman. Terlalu kosong!

Cowok beneran, bukan cewek ngaku cowok

slank-terbaru

[Photo Credit: Ini baru namanya cowok beneran, bukan yang ngaku cowok]

Pernah melihat mas-mas bertattoo, memakai piercing, tampang garang, lalu menyanyikan lagu cinta-cintaan absurd ala anak alay? Dengan permainan gitar pas-pasan lalu mengaku rocker? Slankers pasti menganggap mereka “cewek”. Karena Slank bisa dibilang salah satu diantara sangat sedikit band rock yang benar-benar rock, benar-benar cowok sejati.

Cukup kuat kan alasan kenapa Slank bakal tetap melegenda di Indonesia sampai kapanpun? Kalau menurut kamu apalagi kisah hidup Slank yang bikin mereka layak jadi legenda buat kita? Bagikan pendapat kamu di kolom komentar ya. Jangan lupa juga bagikan artikel ini kalau kamu memang Slankers!

Source: viva.co.id

About historysubject

Let's Get To Learn History

Posted on January 26, 2015, in Education. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: