KISI – KISI UJIAN IT JUNE 2016

Mohon dibaca dan dipahami secara baik Kisi – Kisi Ujian Information and Technology untuk Unit Junior High & Senior High School.

Silahkan click di sini untuk Download Kisi – Kisi

Untuk kelas 11 click di sini untuk dapatkan contoh file

 

Semoga Berhasil

KISI – KISI HISTORY FINAL SEMESTER EXAM JUNE 2016

INI LINK UNTUK DOWNLOAD:

  1. Junior High School
  2. Senior High School

 

Mohon perhatian, Ada soal wajib yang harus dikerjakan. Jangan Sampai Salah. Jika Salah tidak, pemeriksaan tidak akan dilanjutkan ke no. berikutnya.

Good Luck!

KISI – KISI IT SHS MID Even Semester March 2016

P0001

KISI – KISI MID EVEN SEMESTER EXAM 2016 – JHS

P0001

MENILIK INFO PENUTUPAN UNIVERSITAS PGRI KUPANG

Akhir – akhir ini kita digemparkan dengan informasi penutupan Universitas PGRI NTT. Informasi ini beredar luar di media sosial utamanya facebook. Saya sendiri mendapat salah satu link pemberitaan dari media online http://www.expontt.com/ yang disebarluaskan via facebook.

Universitas PGRI sendiri merupakan salah satu universitas “Besar” dari sisi jumlah mahasiswa aktif yang menempuh perkuliahan di universitas ini. Berdasarkan data yang saya peroleh dari http://forlap.dikti.go.id, tercatat dari 11 program studi pada Universitas PGRI, ada 9.508 mahasiswa yang aktif (data pertanggal 1 Maret 2016). Faktanya semenjak adanya konflik internal, PGRI telah beberapa kali mewisudakan mahasiswa/inya. Apakah mahasiswa yang selama masa konflik diwisudakan ini telah “tamat” dan tercatat di forlap dikti? Sulit untuk dijawab tapi pastinya banyak interpretasi.

Sekarang saya mencoba mencari tau kebenaran informasi penutupan yang beredar di media online. Rujukan pemberitaan saya adalah http://www.expontt.com/.

Fullscreen capture 312016 93906 AM

Setelah saya mengecek langsung situs resmi Expo NTT, beritanya di beri judul “Universitas PGRI dan STKIP Kupang sudah ditutup”. Saya sendiri kesulitan untuk mengetahui kapan berita ini di upload. Selain mencari tau langsung ke situ resmi media ini, saya pun mencarinya via google browser. Dengan kata kunci “kampus pgri ntt sudah tutup expo-ntt” saya pun tidak menemukan tanggal upload berita ini.

Fullscreen capture 312016 94510 AM

Tanggal ini sangat penting karena kita dapat memastikan apakah berita ini berita lama atau baru saja di rilis. Jika berita ini barusan beredar luas, bisa jadi berita ini baru di rilis. Selesai dengan tanggal, kita maju lagi untuk mengecek informasi yang ada dalam berita tersebut.

Fullscreen capture 312016 95442 AM

Seperti yang dapat kita baca pada gambar di atas, sumber berita penutupan kampus PGRI dan STKIP Kupang adalah metrotvnews.com Saya mencoba masuk ke situs http://www.metrotvnews.com/ dan melakukan pencarian berita dengan kata kunci “perguruan tinggi ditutup” maka munculah beberapa link berita metrotvnews yang terkait dengan penutupan perguruan tinggi.

Fullscreen capture 312016 101142 AM

Saya mencoba membaca pada link pertama dengan judul “ini Daftar 243 Perguruan Tinggi yang dinonaktifkan”. Ternyata, berita ini sama persis dengan berita yang ada pada media online http://www.expontt.com. Yang membedakan menurut saya hanyalah dari sisi judul. Metrotvnews.com menggunakan pilihan kata “Dinonaktifkan”, sedangkan expontt.com lebih memilih menggunakan kata “Sudah Ditutup”.

Terlepas dari diksi yang digunakan, yang paling menarik untuk di simak sebenarnya adalah waktu rilis berita. Berita pada metrotvnews.com telah dirilis sejak 30 September 2015, sedangkan expontt.com belum kita ketahui secara pasti. Akan menjadi sangat fatal jika expontt.com menggunakan sumber berita yang telah lama diberitakan oleh metrotvnews.com dan baru di rilis. Secara pribadi saya sangat meyakini berita terkait penutupan 2 Kampus di NTT ini sebenarnya telah lama di rilis oleh expontt namun baru beredar luas di media sosial.

PGRI Sudah TUTUP ?

Mari bersama kita temukan jawabannya. Saya mencoba mengecek infonya di situs http://ristekdikti.go.id/. Di situs ini memang memuat informasi tentang tutup-menutup Perguruan Tinggi. Salah satunya adalah informasi tertanggal 22 Februari 2016 yang berjudul “Memenuhi Syarat, 104 PTS Telah Diaktifkan Kembali” atau dapat pula di baca pada link ini: http://ristekdikti.go.id/memenuhi-syarat-104-pts-telah-diaktifkan-kembali/.

Fullscreen capture 312016 104320 AMmenariknya adalah jika kita baca secara lengkap, maka kita menemukan bahwa pada September 2015 yang lalu, informasi melalui PD Dikti, PTS yang dalam status pembinaan sejumlah 243 PTS, yang terdiri dari 228 PTS di lingkungan Kemenristekdikti dan 15 PTS dari Kementerian Agama. Selanjutnya Kemenristekdikti melalui Ditjen kelembagaan, membentuk tim pendampingan akademik yang bertugas untuk melakukan pembinaan kepada PTS-PTS yang dalam status pembinaan tersebut.

Setelah 6 bulan, PTS berstatus pembinaan yang telah diaktifkan sebanyak 104 PTS. Selain itu ada 103 PTS yang telah ditutup atau dicabut izinnya. Hingga saat ini PTS yang masih berstatus pembinaan masih tersisa 21 PTS. Bagi PTS yang ditutup atau dicabut izinnya antara lain dikarenakan permohonan dari PTS yang bersangkutan atau rekomendasi dari Kopertis. Karena setelah dilakukan visitasi, PTS tersebut tidak bisa memenuhi syarat minimal yang ditetapkan menurut peraturan yang berlaku. Selain itu dari 243 PTS tersebut ada 15 PTS yang merupakan PTS dari lingkungan Kementerian Agama.

Pertanyaannya adalah Bagaimana dengan Universitas PGRI Kupang, apakah sudah dicabut izinnya/ditutup atau termasuk dalam 21 PTS yang masih dalam pembinaan? Jawabannya mudah sekali yakni tinggal mengecek info Perguruan Tinggi di situs http://forlap.dikti.go.id.

Fullscreen capture 312016 110548 AM

Ternyata, Universitas PGRI masih terdata di Pangkalan Data Perguruan Tinggi Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi di provinsi NTT nomor urut 5. Lalu bagaimana dengan statusnya apakah sudah di tutup atau masih dibina?

Fullscreen capture 312016 111558 AM

Berdasarkan situs resmi http://forlap.dikti.go.id Status universitas PGRI adalah Pembinaan. Oleh karena itu, Universitas PGRI Kupang belum ditutup tapi masih dalam masa Pembinaan.

Jika universitas ini sudah di tutup harusnya di data forlap.dikti tidak terdata lagi. Soal Pemberitaan yang beredar kesimpulan saya adalah tidak benar. Apapun beritanya hendaknya pihak-pihak yang bersengketa segera islah agar tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan.

Semoga bermanfaat.

UJIAN PRAKTEK IT SMA

silahkan baca baik2 dan kerjakan sesuai perintah!
P0001

BUKU SAKU UJIAN NASIONAL 2016

Perubahan-Sistem-dan-Soal-UN-Di-Tahun-20161

Satu lagi terobosan Kementrian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan dalam hal pelaksanaan Ujian Nasional. Mas Anies Baswedan sungguh sadar betul bahwa Ujian Nasional selama ini telah menjadi momok hampir bagi seluruh lapisan masyarakat baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam dunia pendidikan.

Berangkat dari kesadaran ini, nampak sangat jelas beberapa kebijakan yang dikeluarkan Kementrian yang dipimpinnya ini berusaha mengeluarkan Ujian Nasional dari kesan menyeramkan. Tahun lalu masih ingat dalam benak kita semua, beliau menyampaikan bahwa UN haruslah menyenangkan.

Tahun ini pun ada sebuah terobosan lainnya. Betapa tidak, Prosedur Operasional Standar sebagai acuan penyelenggaran Ujian Nasional berhasi di rilis pada December 2015 yang lalu. Ini merupakan sebuah capaian yang sangat baik mengingat selama ini POS UN sering kali di rilis pada bulan Februari hingga Maret.Akibatnya adalah pelaksanaan UN seringkali terkesan kurang persiapan.

Dengan diterbitkannya POS UN yang lebih cepat, pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan UN memiliki waktu yang cukup untuk menghadapi UN. Mulai dari siswa, para orang tua / wali, sekolah, dinas terkait hingga Pemerintah Daerah langsung berbenah menghadapi momen nasional yang digunakan untuk mengukur tingkat pendidikan di daerahnya.

Tak cukup sampai disini saja, beberapa waktu yang lalu Kementrian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan kembali merilis sebuah buku saku panduan mengikuti Ujian Nasional 2016 pada April dan Mei mendatang. Buku ini berisi kumpulan tanya jawab tentang pelaksanaan Ujian Nasional. Mulai dari tujuan pelaksanaan hingga sanksi terhadap pelanggaran UN lengkap dibahas dalam buku ini.

Buku ini sendiri sebenarnya tidak hanya diperuntukan bagi siswa selaku peserta UN melainkan bagi seluruh komponen masyarakat utamanya yang terkait secara langsung dalam pelaksanaan UN. Selain sebagai media sosialisasi pelaksanaan UN, lebih dari itu buku ini sebenarnya ingin mewujudkan UN yang berkualitas yang mencakup tak hanya sebagai alat ukur pencapaian kompetensi lulusan peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tetapi juga untuk mewujudkan UN yang dapat dipercaya (credible), dapat diterima (acceptable), dan dapat dipertanggunggugatkan (accountable).

Jika anda adalah siswa yang akan mengikuti UN pada 2016 ini, hendaknya baik-baik petunjuk penting terkai Read the rest of this entry

Cara Orang Tua dan Guru Ngomong tentang Teroris pada Anak

472932_620

Hi pembaca history lovers yang budiman,,,

Terorisme saat ini memang merupakan sebuah kejahatan yang luar biasa. Seluruh dunia pasti mengutuk setiap aksi bejat ini. Namun tak dapat dipungkiri jika benih terorisme mudah sekali muncul dan berkembang khususnya di kalangan generasi muda.

Lihat saja, terakhir kemarin pas aksi terorisme MH. Thamrin – Jakarta, pelakunya diyakini masih cukup muda. Usia yang produktif ini malah disalahgunakan untuk sebuah ideologi yang tak dibenarkan oleh ajaran agama manapun.

Di sisi lainnya, gaya ataupun style terorisme saat ini layaknya seorang hero yang bisa saja menjadi icon atau idola di kalangan tertentu. Lihat saja gambar di atas, pelaku teroris dengan gagahnya tanpa canggung berjalan dengan tenang melintasi tengah jalan yang begitu ramai bergabung dengan masyarakat lalu melakukan aksinya.

Dengan tenang mereka mengeluarkan senjata dan mengarahkannya ke Polisi secara diam – diam lalu – DOOORR. Jelas pecundang. Dari tampilan foto di atas, jelas ini tidak menggambarkan sosok yang bengis. Tindakan mereka tertutupi oleh tampilan yang necis dengan style yang mirip seorang intel.

Nah gimana caranya kita selaku orang tua dan Guru menjelaskan pada anak perihal kejahatan Terorisme?

Selang beberapa jam pasca aksi terorisme yang melakukan aksi pengemboman kemarin di Jakarta, kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional merilis panduan atau cara bagi para orang tua di rumah maupun Guru di sekolah untuk menjelaskan tentang kejahatan terorisme. Jika anda adalah Orang Tua ataupun Guru, simak baik-baik panduan berikut ini!

Fullscreen capture 1152016 53248 PM

Fullscreen capture 1152016 53302 PM

Fullscreen capture 1152016 53319 PM

Fullscreen capture 1152016 53327 PM

Fullscreen capture 1152016 53338 PM

Catatan Menjelang UN 2016

DSC_0425

Kompetensi Guru NTT Rendah Pengaruhi Perolehan Hasil UN?

Pasti banyak dari pembaca yang tersentuh dengan tulisan saya kali ini, bahkan saya meyakini tak sedikit yang menyayangkan tulisan ini terpampan di media umum online yang dapat dibaca oleh siapa saja dan dimana saja. Apapun alasannya dapat saya pahami. Mari bersama kita telaah pendapat saya.

Semenjak diberlakukannya Ujian Nasional pada tingkatan pendidikan Menengah baik menengah pertama maupun menengah atas atau yang selevelnya, ada banyak sekali cerita dibelakang layar tentang perolehan hasil UN. Dari tingkat sekolah, Kabupaten / Kota hingga Provinsi berlomba – lomba untuk meningkatkan hasil perolehan Nilai UN setiap tahunnya.

Disetiap kali pengumuman hasil UN pasti saja menjadi momok tersendiri tak hanya bagi Pelajar itu sendiri melainkan orang tua, Guru – Guru, Kepala Sekolah, Penjabat di Dinas Pendidikan dan yang terkait, Para Bupati atau Walikota hingga para Gubernur. Mereka semua was-was kalau saja perolehan UN anjlok. Hal ini menjadi sangat penting karena memiliki dampak lanjutanya mulai dari Mutasi dikalangan Pejabat hingga sering sekali menjadi isu politik pergantian Pimpinan Daerah.

Khusus NTT perolehan hasil UN memang sangat menarik untuk di telaah. Mengingat hasil Ujian Nasional para siswa sekolah menengah hampir selalu berada di 10 besar urutan terbawah perolehan hasil UN secara nasional, maka ada banyak sekali analisa yang muncul kemudian perihal penyebab anjloknya hasil Ujian Nasional.

Biasanya siswa itu sendiri berada pada urutan pertama penyebab anjloknya perolehan hasil UN. Pada urutan berikutnya ada Guru, Manajemen Sekolah, Perhatian Dinas dan disusul faktor lainnya. Jika diurutkan demikian, maka tak heran siswa menjadi kambing hitam kegagalan dan tak heran pula bila banyak sekali kasus siswa yang stress hingga menempuh cara-cara tak etis dan normal sebagai dampak lanjutannya.

Jika kita ingin jujur tak elok bila kita mengurutkan penyebab tersebut secara horisontal dan menempatkan siswa pada urutan teratas penyebab utama. Seyogyanya faktor penyebab diurutkan secara vertikal dan menempatkan faktor-faktor tersebut selevel agar semua pihak merasakan beban yang sama. Bila perolehan nilai UN di suatu daerah rendah, baik Sekolah, Dinas terkait, maupun pemerintah hendaknya bertanggung jawab secara bersama dan mencarikan solusi terbaik.

Selama ini, siswa dan orang tua cendrung menjadi pihak yang paling disalahkan. Tak sedikit pula keluarga yang menjadi momok di lingkungan tempat tinggalnya oleh karena anak mereka tidak lulus Ujian Nasional atau memperoleh nilai yang rendah.

Sudah saatnyalah pemerintah merubah pola pandang masyarakat terkait pihak yang paling bertanggung jawab terkait perolehan hasil Ujian Nasional yang rendah. Semua pihak sesuai dengan tanggung jawabnya masing-masing mesti bergerak ke arah perubahan yang lebih baik. Guru sebagai ujung tombak kesuksesan UN di sekolah di mintai tanggung jawab yang lebih.

Melihat betapa krusialnya peran Guru dalam perolehan hasil Ujian Nasional, Pemerintah pun banyak melakukan perubahan salah satunya dengan peningkatan kompetensi para guru. Berbagai program pelatihan dan lainnya diselenggarakan agar guru semakin profesional dalam menjalankan tugas utamanya. Bahwa akan ada insentif atau penghargaan lebih dalam bentuk tunjangan bagi guru yang profesional itu adalah hal yang lain, tapi hendaknya guru harus semakin meningkatkan kompetensi pribadi masing-masing guru.

Kompetensi Guru berbading lurus dengan kesuksesan Ujian Nasional termasuk perolehan hasil ujian nasional yang baik. Jika kompetensi guru di suatu daerah rendah, maka hampir bisa dipastikan berpengaruh terhadap perolehan hasil UN di daerah itu.

Hal ini terungkap secara implisit dari perolehan hasil Uji Kompetensi Guru 2015 yang menempatkan rata-rata perolehan hasil UKG Guru di NTT berada di bawah Standar Kompetensi Minimum (SKM) yang ditargetkan secara nasional yakni 55.  Secara nasional, ada tujuh provinsi yang memperoleh nilai di atas SKM antara DI Yogyakarta (62,58), Jawa Tengah (59,10), DKI Jakarta (58,44), Jawa Timur (56,73), Bali (56,13), Bangka Belitung (55,13), dan Jawa Barat (55,06).

Uji kompetensi guru (UKG) tahun 2015 menguji kompetensi guru untuk dua bidang yaitu pedagogik dan profesional. Rata-rata nasional hasil UKG 2015 untuk kedua bidang kompetensi itu adalah 53,02. Selain tujuh provinsi di atas yang mendapatkan nilai sesuai standar kompetensi minimum (SKM), ada tiga provinsi yang mendapatkan nilai di atas rata-rata nasional, yaitu Kepulauan Riau (54,72), Sumatera Barat (54,68), dan Kalimantan Selatan (53,15).

Jika kita perhatikan urutan di atas, perolehan hasil Uji Kompetensi Guru per Provinsi hampir sama dengan urutan perolehan hasil Ujian Nasional peserta didik. Sebut saja Yogyakarta, Jawa Tengah, DKI, dan lainnya adalah provinsi – provinsi dengan perolehan hasil UN siswa yang tinggi hampir setiap tahunnya.

Lalu bagaimana dengan NTT? Dalam rilis daftar provinsi pemeroleh hasil UKG 2015, NTT tidak termasuk dalam provinsi dengan perolehan UKG di atas rata-rata nasional. Kemdiknas sendiri tidak merilis secara keseluruhan namun hanya tujuh provinsi dengan rata-rata raihan tertinggi dan tiga provinsi lainnya memperoleh rata-rata nilai UKG di atas rata-rata Nasional. Hampir dapat dipastikan perolehan hasil UKG 2015 provinsi NTT berada di bawah rata-rata Nasional.

Apakah ini yang menjadi salah satu penyebab rendahnya perolehan hasil Ujian Nasional Siswa selama ini? Jika kita ingin jujur tentu kita katakan Ya. Selain faktor pelajar itu sendiri, guru pun turut andil. Hasil UKG membuktikan hal ini.

Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbud, Sumarna Surapranata mengatakan, jika dirinci lagi untuk hasil UKG untuk kompetensi bidang pedagogik saja, rata-rata nasionalnya hanya 48,94, yakni berada di bawah standar kompetensi minimal (SKM), yaitu 55. Bahkan untuk bidang pedagogik ini, hanya ada satu provinsi yang nilainya di atas rata-rata nasional sekaligus mencapai SKM, yaitu DI Yogyakarta (56,91).

“Artinya apa? Pedagogik berarti cara mengajarnya yang kurang baik, cara mengajarnya harus diperhatikan,” ujar Pranata usai konferensi pers akhir tahun 2015 di Kantor Kemendikbud, Jakarta, (30/12/2015).

Bisa jadi karena cara mengajar Guru selama ini kurang baik, maka dampaknya adalah hasil UN NTT selalu rendah? Mari kita menjawab sesuai dengan tugas dan tanggung jawab kita. Jika Anda adalah siswa, tepatkah demikian? Jika Anda adalah Guru, benarkah demikian? Jika Anda adalah Pejabat pada Dinas terkait atau pada Pemerintahan mungkinkah demikian?

Bagi Guru dan Sekolah, masih sekitar 2 bulan untuk membuktikan jika tidak demikian. Mari sehati sesuara bergandeng tangan meningkatkan perolehan hasil UN yang lebih baik, tentunya dengan cara yang bernurani.

YANG MAU LIBURAN 2016, INI DAFTARNYA

Libur pergantian tahun sudah berakhir bagi sebagian orang. Namun, pada awal tahun 2016, sebagian kalangan sudah ingin mempersiapkan liburan atau agenda lain pada tahun ini sejak jauh-jauh hari.

Pemerintah sudah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2016. Hal itu ditetapkan berdasarkan keputusan bersama Menteri Agama Lukman Hakim, Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri, dan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokasi Yuddy Chrisnandi.

Keputusan bersama itu ditandatangani ketiga menteri pada 25 Juni 2015.

Berikut daftar libur nasional 2016 seperti dikutip dari situs Kemenkopmk.go.id:

Fullscreen capture 162016 23254 PM

Selain itu, terdapat daftar cuti bersama pada tahun 2016 ini, antara lain sebagai berikut:

Fullscreen capture 162016 23312 PM

Lain dewasa, lain pula pelajar. Para pelajar, khususnya bagi yang berada di kelas 7 dan 8 atau kelas 10 dan 11, ada beberapa moment nasional yang dapat dimanfaatkan untuk berlibur antara 4 hingga 5 hari. Berikut ada daftarnya:

Fullscreen capture 162016 23355 PM

Source: Kemenkopmk.go.id dan POS UN 2016