UNBK NCIPS DI TITIP?

Suasana seusai gladi bersih UNBK NCIPS 2017

 

Bukan NCIPS namanya jika pada setiap menjelang pelaksanaan Ujian Nasional selalu disanterkan dengan isu miring,,, titip sini atau titip sana.

Hai, kembali bersama saya Paul Payong. Tulisan kali ini sebetulnya bukan merupakan pembelaan terhadap isu-isu yang menerpa SMA NCIPS khususnya jelang pelaksanaan UN tapi lebih memberikan pencerahan utamanya pada sekolah yang kedepannya akan menyelenggarakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK).

Seolah sudah menjadi tradisi, setiap tahunnya pada H-5 jelang pelaksanaan UN, NCIPS selalu diterpa isu yang tak enak. Sejak pertama kali menyelenggarakan Ujian Nasional pada 2010 yang lalu, NCIPS selalu mendapat penentangan keras untuk menyelenggarakan sendiri ujian nasional baik dari pemerintah (Dinas Terkait) maupun dari sekolah-sekolah yang ada di Kota Kupang. Pemahaman yang dangkal tentang Prosedur Operasional Standar (POS) Ujian Nasional setiap tahunnya dijadikan dasar untuk menjegal NCIPS sebagai sekolah penyelenggara UN.

Tahun ini, NCIPS tidak lagi menyelenggarakan Ujian Nasional secara manual atau (UNKP). Bersama 4 sekolah lainnya di Kota Kupang, NCIPS terdaftar sebagai sekolah penyelenggara. Seluruh proses untuk menjadi sekolah penyelenggara telah di lewati namun pada H-5 jelang pelaksanaan UNBK, NCIPS kembali di kejutkan dengan isu penitipan. Berdasarkan Surat Keputusan bla-bla-bla, NCIPS di titipkan pada salah satu SMA Negeri di Kota Kupang yang juga menjadi sekolah penyelenggara UNBK, setidaknya itulah informasi yang disampaikan secara langsung kepada Kepala SMA NCIPS kala mengikuti rapat bersama persiapan UN. Alasan yang disampaikan pun seolah sangat jelas bila didengar oleh masyarakat awam antara lain: 1) NCIPS hanya memiliki 11 peserta, 2) Akreditasi NCIPS kadaluarsa.

Untuk itulah tulisan ini sengaja saya posting utamanya bagi sekolah-sekolah yang nantinya juga akan menjalankan UNBK agar sekolah dan peserta didik tidak dirugikan. Pertama perlu saya sampaikan sekali lagi bahwa NCIPS mengikuti seluruh prosedural hingga ditetapkan sebagai sekolah penyelenggara UNBK. Kedua, Prosedur sebuah sekolah bergabung dengan sekolah lainnya pada UNBK telah selesai pada 25 Januari 2017 dan kemudian diperpanjang lagi hingga tanggal 31 Januari 2017. Jika kemudian ada pihak-pihak yang mengeluarkan keputusan NCIPS bergabung dengan sekolah lain, maka dapat disimpulkan pihak tersebut tidak memahami betul prosedur penetapan Sekolah Penyelenggara UNBK 2017. Tentunya hal ini sangat berbahaya dan pastinya merugikan banyak pihak.

Sejujurnya informasi pelaksanaan UNBK di NTT masih sangat minim. NCIPS pun baru mendapatkannya pada pertengahan Januari 2017. Kala itu kami mendapatkan Pengumuman dari website Kemendikbud tentang perpanjangan pendaftaran sekolah UNBK.

Merasa layak untuk turut serta menjadi penyelenggara UNBK 2017, kami lantas menemui pihak Dinas Kota untuk menanyai informasi. Namun, karena seluruh proses pendataan khususnya UNBK ada di tingkat Provinsi kamipun diarahkan untuk menemui langsung pejabat terkait pada Dinas PPO Prov. Di sana prosesnya sangat cepat dan mudah. Kami meyakini hal itu karena adanya surat edaran dari Kementrian serta Petunjuk dari Pimpinan Daerah (Gubernur) untuk mendukung sepenuhnya sekolah yang memenuhi persyaratan guna melaksanakan UNBK di Provinsi NTT. Hari itu juga kami mendapatkan Username dan Password untuk dapat login ke website UNBK guna melengkapi data-data selanjutnya. Username dan Password inilah yang menandai bahwa NCIPS menjadi sekolah Pelaksana UNBK dan BUKAN sekolah titipan UNBK (POS UN 2017 hal. 35 Point C butir 4). 

Itu artinya, Penetapan SMA NCIPS sebagai sekolah pelaksana sudah sesuai prosedur. Perlu diperhatikan bahwa yang menentukan Sekolah Pelaksana UNBK adalah Tim Teknis UNBK dengan memperhatikan kriteria yang telah diatur dalam POS UN, bukan MKKS atau orang perorangan baik pada tingkat Kota maupun Provinsi. Yang terjadi pada H-5  UNBK, dugaan kami adalah Tim Teknis UNBK tingkat Kota tidak membaca atau tidak mendapat tembusan Surat Edaran Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan No. 1 tahun 2017 tentang pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2016 / 2017. Selain itu, Tim juga tidak berkoordinasi dengan Tim Provinsi mengenai sekolah-sekolah yang telah ditetapkan sebagai sekolah Pelaksana UNBK. Miskomunikasi ini yang kemudian berujung pada penetapan SMA NCIPS yang UNBKnya dititipkan pada salah satu SMA Negeri.

Proses penetapan sebuah sekolah bergabung dengan sekolah lainnya pada UNBK sangat dimungkinkan. Hal ini telah diatur pula surat Edaran tersebut. Bahwa jika sebuah sekolah belum memiliki fasilitas minimal (20 unit Komputer dan 1 Server) maka dititipkan pada sekolah yang menyelenggarakan UNBK asalkan dalam radius 5 km. NCIPS sendiri memiliki fasilitas tersebut dan tidak ada alasan untuk tidak menetapkannya menjadi sekolah pelasana UNBK dan sudah semestinya semua pihak harus mendorong sekolah-sekolah yang berada dalam radius 5 km untuk bergabung dalam UNBK NCIPS.

Alasan lain yang disampaikan bahwa NCIPS bergabung di sekolah lain adalah soal akreditasi dan jumlah peserta UN. Perlu diketahui bahwa ada 3 persyaratan utama penetapan sebuah sekolah menjadi pelaksana UNBK yakni: 1) telah terakreditasi; 2) tersedia sejumlah komputer dan server sesuai kebutuhan; dan 3) memenuhi persyaratan teknis yang ditetapkan oleh Panitia UN Tingkat pusat. Dari ketiga persyaratan diatas sangat jelas berbeda dengan persyaratan bagi sekolah UN berbasis kertas. NCIPS sendiri adalah sekolah terakreditasi “A” yang saat ini sedang dalam proses reakreditasi dan sudah ditetapkan dalam SK BAS Prov NTT tahun anggaran 2017. Kendati memiliki 11 peserta, namun tidak menjadi persoalan untuk sekolah UNBK. Jika alasan ini dimunculkan sudah sangat jelas alasannya hanya mengada-ada dan tidak relevan dengan persyaratan bagi sekolah pelaksana UNBK 2017 seperti yang diatur dalam POS UN 2017.

Bersyukur, setelah menemui Ibu Koordinator Wilayah 1 Dinas PPO Provinsi isu “Penitipan” langsung clear. Beliau rupanya memahami betul prosedur penetapan sekolah pelaksana UNBK beserta persyaratannya. Beliau justru berterima kasih dan mendorong agar pelaksanaan UNBK pada NCIPS dapat berjalan dengan baik.

Patut untuk diketahui pula bahwa NCIPS menjadi sekolah yang sangat menitikberatkan pada Integritas. Kejujuran merupakan salah satu nilai yang sangat dijunjung tinggi dalam setiap pelaksanaan ujian baik ulangan harian, ujian semester, ujian sekolah maupun ujian Nasional. Pengawasan yang ketat menjadi cirikhas pelaksaaan ujian di NCIPS. Untuk itulah mulai tahun ini, NCIPS yang mendapat dukungan dari Universitas San Pedro mulai menyelenggarakan system ujian CBT untuk semua ujian. NCIPS menjadi satu-satunya sekolah yang menyelenggarakan Tryout, Ujian Sekolah, dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional dengan berbasis Komputer. Selain efisiensi dan efektifitas, sistem ini juga mendorong pelaksanaan ujian yang berintegritas. Jika pada tahun lalu Indeks Integritas Ujian Nasional SMA NCIPS adalah 77.00, maka tahun ini dengan dilaksanakannya UNBK diharapkan nilainya akan semakin baik.

Terkait Penulisan Ijazah pun penting untuk dipahami agar tidak menimbulkan pertanyaan nantinya. Beberapa waktu pasca diterbitkannya POS UN 2017, Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui website https://ubk.kemdikbud.go.id mengeluarkan pengumuman tanggal 25 Januari 2017 yang salah satu pointnya berbunyi Sekolah/Madrasah yang belum terakreditasi tidak berhak untuk menandatangani SHUN. SHUN hanya dapat ditandangani oleh s/m yang telah terakreditasi. Sekali lagi NCIPS adalah sekolah yang terakreditas dan saat ini sedang dalam proses reakreditasi dan tidak ada alasan jika Ijazah ditulis atau dikeluarkan oleh sekolah lain.

Jika dikemudian hari, sekolah-sekolah yang akan mendaftarkan diri menjadi sekolah pelaksana UNBK dan menemui kasus serupa dengan kasus ini ada baiknya Anda tidak panik. Jika sekolah mengikuti semua prosedural dan diganggu oleh oknum tertentu, bacalah POS UN cermati setiap isinya dan konsultasikan dengan “Orang” yang berwenang dan kompeten mengurusi UNBK di Dinas PPO Prov. Semoga pelaksanaan UNBK NTT dapat berjalan dengan aman dan lancar.

 

DOWNLOAD POS UN & USBN 2017, SERTA INFO PENTING SEPUTAR USBN

Halo semuanya, kembali lagi bersama saya Paul Payong. Kemarin siang ada seorang kenalan yang menelpon saya dan menanyakan USBN. Menurut dia, karena saya tinggal di Ibu Kota Provinsi, pasti saya memiliki informasi yang lebih lengkap. Kebetulan dia tinggal di ibu kota kecamatan di salah satu kabupaten di Provinsi  NTT.

Setelah menjawab semua pertanyaannya, saya lantas berpikir tinggal menunggu hitungan hari Pra pelaksanaan US, USBN, dan UN, ternyata masih ada juga penyelenggara (sekolah) yang belum benar-benar paham tentang even akbar ini.

Untuk itulah, pada tulisan kali ini saya secara khusus akan menjabarkan tentang US, USBN, dan UN dengan berbasis pada POS yang telah diterbitkan oleh Pemerintah, dalam hal ini Kementerian dan BSNP.

Berdasarkan Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 3 Tahun 2017 pasal 1, yang dimaksudkan dengan UN, USBN, dan US adalah sebagai berikut:

Ujian Nasional yang selanjutnya disebut UN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi lulusan pada mata pelajaran tertentu secara nasional dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan.

Ujian Sekolah Berstandar Nasional yang selanjutnya disebut USBN adalah kegiatan pengukuran capaian kompetensi peserta didik yang dilakukan satuan pendidikan untuk mata pelajaran tertentu dengan mengacu pada Standar Kompetensi Lulusan untuk memperoleh pengakuan atas prestasi belajar.

Ujian Sekolah / Madrasah / Pendidikan Kesetaraan selanjutnya disebut Ujian Sekolah adalah kegiatan pengukuran dan penilaian kompetensi peserta didik terhadap standar kompetensi lulusan untuk mata pelajaran yang tidak diujikan dalam USBN dilakukan oleh Satuan Pendidikan.

Untuk UN dan US, hampir semua sekolah memiliki pengalaman dalam pelaksanaannya sehingga tidak akan dijabarkan dalam tulisan ini. Yang menarik justru USBN karena Ujian ini baru kali ini lagi dilaksanakan. Selain karena informasinya yang menurut saya telat, sebagian sekolah penyelenggara hingga perserta didik tidak memiliki persiapan yang matang dalam pelaksanaannya.

Jika UN sudah pasti Soal & Naskah dari Kementerian dan US dari masing-masing sekolah, lalu bagaimana dengan USBN? Pasal 13 menyebutkan bahwa 20% – 25% soal disiapkan oleh Kementerian dan 75% – 80% disiapkan oleh Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) untuk SMP/MTs atau yang sederajat dan SMA/MA/SMK atau yang sederajat di bawah koordinasi dinas pendidikan sesuai dengan kewenangannya.

Hal ini tentunya akan menjadi suatu tantang baru, mengingat tidak semua sekolah menerapkan ragam, pola pertanyaan, dan tinkat kesulitan yang sama. Perlu diketahui bersama bahwa UN dan USBN masih mengukur tingkat kemampuan kognitif yakni kemampuan-kemampuan yang berkaitan dengan penalaran yang meliputi enam aspek, yaitu pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis dan evaluasi.

Ada guru yang karena kognitif rata-rata peserta didiknya rendah hanya bertanya diseputaran C1 atau level pengetahuan, namun ada pula sekolah-sekolah yang membiasakan peserta didiknya dengan pertanyaan-pertanyaan di level C4 hingga C6.

Peran MGMP dalam penyusunan 75%-80% soal USBN ini tentunya harus pula memetakan secara tepat agar tidak ada peserta didik yang dirugikan. Jika dikemudian hari nilai yang diperoleh ternyata kurang memuaskan, bisa jadi bukannya peserta didik tersebut tidak mampu menjawab malainkan lebih disebabkan pembiasaan guru disekolah dalam membuat level pertanyaan yang membuat mereka kebingungan. Mengenai bentuk soal, USBN dapat berbentuk pilihan ganda dan soal uraian.

Lalu bagaimana dengan Penilaian, siapa yang menilai dan apakah menjadi bagian dalam penentuan kelulusan di Sekolah?

Pertanyaan ini penting dan menarik mengingat ada kekhawatiran sekolah penyelenggara jika hasil USBN nantinya akan dikembalikan dan diperiksa oleh tim MGMP. US dan kemungkinan USBN dapat digunakan oleh sekolah untuk mendongkrak nilai akhir peserta didik. Hal ini bukan rahasia umum lagi.

Sebagaimana yang diatur dalam POS USBN, ada 13 peran sekolah sebagaimana yang telah ditetapkan dalam POS tersebut, 3 diantaranya penting untuk disimak terkait pemeriksaan dan penilaian. 3 peran tersebut antara lain adalah melakukan pemeriksaan hasil ujian, menetapkan hasil USBN dan US serta melaporkan ke Dinas Pendidikan Kab/Kota/Prov; dan menerbitkan, menandatangani, dan membagikan hasil USBN dan US kepada peserta USBN dan US.

Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Pemeriksaan dan Penilaian dikembalikan kepada masing-masing sekolah yang dalam hal ini ditangani langsung oleh guru mata pelajaran bersangkutan. Tentunya akan ada pemeriksaan dari Dinas terkait terhadap bahan hasil ujian dan penilaian yang diberikan oleh guru. Jika pada proses ini ditemukan kecurangan tentunya akan menjadi catatan dan bisa berujung pada sanksi sebagimana yang telah ditetapkan dalam peraturan terkait pelaksanaan USBN.

Mengenai pemeriksaan dan pengolahan hasil USBN, untuk bentuk soal pilihan ganda dapat diperiksa secara manual atau menggunakan alat pemindai (scaner). Sedangkan untuk soal uraian diperiksa secara manual oleh dua orang guru sesuai mata pelajarannya, mengacu pada pedoman penskoran. Jika terdapat selisih nilai antara kedua pemeriksa lebih dari 25% dari skor maksimum, sekolah menugaskan pemeriksaan ketiga. Nilai akhir soal uraian adalah rerata nilai dari semua pemeriksa.

Apakah USBN menjadi penentu kelulusan peserta didik? Jawabannya Iya. Pasal 18, Permen 3 tahun 2017, point 1 menyebutkan bahwa peserta didik dinyatakan lulus dari Satuan Pendidikan / program pendidikan setelah memenuhi kriteria: menyelesaikan seluruh program pembelajaran, memperoleh nilai sikap / perilaku minimal baik, dan lulus Ujian Satuan Pendidikan. Yang dimaksudkan Ujian Satuan Pendidikan ada 2 yakni US dan USBN.

Demikian dulu sharing saya kali ini, moga-moga tulisan ini dapat mencerahkan bagi pembaca yang masih minim informasi tentang USBN khususnya dan bagi pembaca yang telah mengetahui secara baik dapat dijadikan referensi bacaan.

Bagi pembaca yang belum memperoleh POS UN, dan POS USBN dapat di download disini:

  1. Download POS UN 2016/2017
  2. Download POS USBN 2016/2017

KISI – KISI UJIAN IT JUNE 2016

Mohon dibaca dan dipahami secara baik Kisi – Kisi Ujian Information and Technology untuk Unit Junior High & Senior High School.

Silahkan click di sini untuk Download Kisi – Kisi

Untuk kelas 11 click di sini untuk dapatkan contoh file

 

Semoga Berhasil

KISI – KISI HISTORY FINAL SEMESTER EXAM JUNE 2016

INI LINK UNTUK DOWNLOAD:

  1. Junior High School
  2. Senior High School

 

Mohon perhatian, Ada soal wajib yang harus dikerjakan. Jangan Sampai Salah. Jika Salah tidak, pemeriksaan tidak akan dilanjutkan ke no. berikutnya.

Good Luck!

KISI – KISI IT SHS MID Even Semester March 2016

P0001

KISI – KISI MID EVEN SEMESTER EXAM 2016 – JHS

P0001

MENILIK INFO PENUTUPAN UNIVERSITAS PGRI KUPANG

Akhir – akhir ini kita digemparkan dengan informasi penutupan Universitas PGRI NTT. Informasi ini beredar luar di media sosial utamanya facebook. Saya sendiri mendapat salah satu link pemberitaan dari media online http://www.expontt.com/ yang disebarluaskan via facebook.

Universitas PGRI sendiri merupakan salah satu universitas “Besar” dari sisi jumlah mahasiswa aktif yang menempuh perkuliahan di universitas ini. Berdasarkan data yang saya peroleh dari http://forlap.dikti.go.id, tercatat dari 11 program studi pada Universitas PGRI, ada 9.508 mahasiswa yang aktif (data pertanggal 1 Maret 2016). Faktanya semenjak adanya konflik internal, PGRI telah beberapa kali mewisudakan mahasiswa/inya. Apakah mahasiswa yang selama masa konflik diwisudakan ini telah “tamat” dan tercatat di forlap dikti? Sulit untuk dijawab tapi pastinya banyak interpretasi.

Sekarang saya mencoba mencari tau kebenaran informasi penutupan yang beredar di media online. Rujukan pemberitaan saya adalah http://www.expontt.com/.

Fullscreen capture 312016 93906 AM

Setelah saya mengecek langsung situs resmi Expo NTT, beritanya di beri judul “Universitas PGRI dan STKIP Kupang sudah ditutup”. Saya sendiri kesulitan untuk mengetahui kapan berita ini di upload. Selain mencari tau langsung ke situ resmi media ini, saya pun mencarinya via google browser. Dengan kata kunci “kampus pgri ntt sudah tutup expo-ntt” saya pun tidak menemukan tanggal upload berita ini.

Fullscreen capture 312016 94510 AM

Tanggal ini sangat penting karena kita dapat memastikan apakah berita ini berita lama atau baru saja di rilis. Jika berita ini barusan beredar luas, bisa jadi berita ini baru di rilis. Selesai dengan tanggal, kita maju lagi untuk mengecek informasi yang ada dalam berita tersebut.

Fullscreen capture 312016 95442 AM

Seperti yang dapat kita baca pada gambar di atas, sumber berita penutupan kampus PGRI dan STKIP Kupang adalah metrotvnews.com Saya mencoba masuk ke situs http://www.metrotvnews.com/ dan melakukan pencarian berita dengan kata kunci “perguruan tinggi ditutup” maka munculah beberapa link berita metrotvnews yang terkait dengan penutupan perguruan tinggi.

Fullscreen capture 312016 101142 AM

Saya mencoba membaca pada link pertama dengan judul “ini Daftar 243 Perguruan Tinggi yang dinonaktifkan”. Ternyata, berita ini sama persis dengan berita yang ada pada media online http://www.expontt.com. Yang membedakan menurut saya hanyalah dari sisi judul. Metrotvnews.com menggunakan pilihan kata “Dinonaktifkan”, sedangkan expontt.com lebih memilih menggunakan kata “Sudah Ditutup”.

Terlepas dari diksi yang digunakan, yang paling menarik untuk di simak sebenarnya adalah waktu rilis berita. Berita pada metrotvnews.com telah dirilis sejak 30 September 2015, sedangkan expontt.com belum kita ketahui secara pasti. Akan menjadi sangat fatal jika expontt.com menggunakan sumber berita yang telah lama diberitakan oleh metrotvnews.com dan baru di rilis. Secara pribadi saya sangat meyakini berita terkait penutupan 2 Kampus di NTT ini sebenarnya telah lama di rilis oleh expontt namun baru beredar luas di media sosial.

PGRI Sudah TUTUP ?

Mari bersama kita temukan jawabannya. Saya mencoba mengecek infonya di situs http://ristekdikti.go.id/. Di situs ini memang memuat informasi tentang tutup-menutup Perguruan Tinggi. Salah satunya adalah informasi tertanggal 22 Februari 2016 yang berjudul “Memenuhi Syarat, 104 PTS Telah Diaktifkan Kembali” atau dapat pula di baca pada link ini: http://ristekdikti.go.id/memenuhi-syarat-104-pts-telah-diaktifkan-kembali/.

Fullscreen capture 312016 104320 AMmenariknya adalah jika kita baca secara lengkap, maka kita menemukan bahwa pada September 2015 yang lalu, informasi melalui PD Dikti, PTS yang dalam status pembinaan sejumlah 243 PTS, yang terdiri dari 228 PTS di lingkungan Kemenristekdikti dan 15 PTS dari Kementerian Agama. Selanjutnya Kemenristekdikti melalui Ditjen kelembagaan, membentuk tim pendampingan akademik yang bertugas untuk melakukan pembinaan kepada PTS-PTS yang dalam status pembinaan tersebut.

Setelah 6 bulan, PTS berstatus pembinaan yang telah diaktifkan sebanyak 104 PTS. Selain itu ada 103 PTS yang telah ditutup atau dicabut izinnya. Hingga saat ini PTS yang masih berstatus pembinaan masih tersisa 21 PTS. Bagi PTS yang ditutup atau dicabut izinnya antara lain dikarenakan permohonan dari PTS yang bersangkutan atau rekomendasi dari Kopertis. Karena setelah dilakukan visitasi, PTS tersebut tidak bisa memenuhi syarat minimal yang ditetapkan menurut peraturan yang berlaku. Selain itu dari 243 PTS tersebut ada 15 PTS yang merupakan PTS dari lingkungan Kementerian Agama.

Pertanyaannya adalah Bagaimana dengan Universitas PGRI Kupang, apakah sudah dicabut izinnya/ditutup atau termasuk dalam 21 PTS yang masih dalam pembinaan? Jawabannya mudah sekali yakni tinggal mengecek info Perguruan Tinggi di situs http://forlap.dikti.go.id.

Fullscreen capture 312016 110548 AM

Ternyata, Universitas PGRI masih terdata di Pangkalan Data Perguruan Tinggi Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi di provinsi NTT nomor urut 5. Lalu bagaimana dengan statusnya apakah sudah di tutup atau masih dibina?

Fullscreen capture 312016 111558 AM

Berdasarkan situs resmi http://forlap.dikti.go.id Status universitas PGRI adalah Pembinaan. Oleh karena itu, Universitas PGRI Kupang belum ditutup tapi masih dalam masa Pembinaan.

Jika universitas ini sudah di tutup harusnya di data forlap.dikti tidak terdata lagi. Soal Pemberitaan yang beredar kesimpulan saya adalah tidak benar. Apapun beritanya hendaknya pihak-pihak yang bersengketa segera islah agar tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan.

Semoga bermanfaat.

UJIAN PRAKTEK IT SMA

silahkan baca baik2 dan kerjakan sesuai perintah!
P0001

BUKU SAKU UJIAN NASIONAL 2016

Perubahan-Sistem-dan-Soal-UN-Di-Tahun-20161

Satu lagi terobosan Kementrian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan dalam hal pelaksanaan Ujian Nasional. Mas Anies Baswedan sungguh sadar betul bahwa Ujian Nasional selama ini telah menjadi momok hampir bagi seluruh lapisan masyarakat baik yang terkait langsung maupun tidak langsung dalam dunia pendidikan.

Berangkat dari kesadaran ini, nampak sangat jelas beberapa kebijakan yang dikeluarkan Kementrian yang dipimpinnya ini berusaha mengeluarkan Ujian Nasional dari kesan menyeramkan. Tahun lalu masih ingat dalam benak kita semua, beliau menyampaikan bahwa UN haruslah menyenangkan.

Tahun ini pun ada sebuah terobosan lainnya. Betapa tidak, Prosedur Operasional Standar sebagai acuan penyelenggaran Ujian Nasional berhasi di rilis pada December 2015 yang lalu. Ini merupakan sebuah capaian yang sangat baik mengingat selama ini POS UN sering kali di rilis pada bulan Februari hingga Maret.Akibatnya adalah pelaksanaan UN seringkali terkesan kurang persiapan.

Dengan diterbitkannya POS UN yang lebih cepat, pihak-pihak yang terkait dalam pelaksanaan UN memiliki waktu yang cukup untuk menghadapi UN. Mulai dari siswa, para orang tua / wali, sekolah, dinas terkait hingga Pemerintah Daerah langsung berbenah menghadapi momen nasional yang digunakan untuk mengukur tingkat pendidikan di daerahnya.

Tak cukup sampai disini saja, beberapa waktu yang lalu Kementrian Pendidikan Nasional dan Kebudayaan kembali merilis sebuah buku saku panduan mengikuti Ujian Nasional 2016 pada April dan Mei mendatang. Buku ini berisi kumpulan tanya jawab tentang pelaksanaan Ujian Nasional. Mulai dari tujuan pelaksanaan hingga sanksi terhadap pelanggaran UN lengkap dibahas dalam buku ini.

Buku ini sendiri sebenarnya tidak hanya diperuntukan bagi siswa selaku peserta UN melainkan bagi seluruh komponen masyarakat utamanya yang terkait secara langsung dalam pelaksanaan UN. Selain sebagai media sosialisasi pelaksanaan UN, lebih dari itu buku ini sebenarnya ingin mewujudkan UN yang berkualitas yang mencakup tak hanya sebagai alat ukur pencapaian kompetensi lulusan peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah tetapi juga untuk mewujudkan UN yang dapat dipercaya (credible), dapat diterima (acceptable), dan dapat dipertanggunggugatkan (accountable).

Jika anda adalah siswa yang akan mengikuti UN pada 2016 ini, hendaknya baik-baik petunjuk penting terkai Read the rest of this entry

Cara Orang Tua dan Guru Ngomong tentang Teroris pada Anak

472932_620

Hi pembaca history lovers yang budiman,,,

Terorisme saat ini memang merupakan sebuah kejahatan yang luar biasa. Seluruh dunia pasti mengutuk setiap aksi bejat ini. Namun tak dapat dipungkiri jika benih terorisme mudah sekali muncul dan berkembang khususnya di kalangan generasi muda.

Lihat saja, terakhir kemarin pas aksi terorisme MH. Thamrin – Jakarta, pelakunya diyakini masih cukup muda. Usia yang produktif ini malah disalahgunakan untuk sebuah ideologi yang tak dibenarkan oleh ajaran agama manapun.

Di sisi lainnya, gaya ataupun style terorisme saat ini layaknya seorang hero yang bisa saja menjadi icon atau idola di kalangan tertentu. Lihat saja gambar di atas, pelaku teroris dengan gagahnya tanpa canggung berjalan dengan tenang melintasi tengah jalan yang begitu ramai bergabung dengan masyarakat lalu melakukan aksinya.

Dengan tenang mereka mengeluarkan senjata dan mengarahkannya ke Polisi secara diam – diam lalu – DOOORR. Jelas pecundang. Dari tampilan foto di atas, jelas ini tidak menggambarkan sosok yang bengis. Tindakan mereka tertutupi oleh tampilan yang necis dengan style yang mirip seorang intel.

Nah gimana caranya kita selaku orang tua dan Guru menjelaskan pada anak perihal kejahatan Terorisme?

Selang beberapa jam pasca aksi terorisme yang melakukan aksi pengemboman kemarin di Jakarta, kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional merilis panduan atau cara bagi para orang tua di rumah maupun Guru di sekolah untuk menjelaskan tentang kejahatan terorisme. Jika anda adalah Orang Tua ataupun Guru, simak baik-baik panduan berikut ini!

Fullscreen capture 1152016 53248 PM

Fullscreen capture 1152016 53302 PM

Fullscreen capture 1152016 53319 PM

Fullscreen capture 1152016 53327 PM

Fullscreen capture 1152016 53338 PM