MENILIK INFO PENUTUPAN UNIVERSITAS PGRI KUPANG

Akhir – akhir ini kita digemparkan dengan informasi penutupan Universitas PGRI NTT. Informasi ini beredar luar di media sosial utamanya facebook. Saya sendiri mendapat salah satu link pemberitaan dari media online http://www.expontt.com/ yang disebarluaskan via facebook.

Universitas PGRI sendiri merupakan salah satu universitas “Besar” dari sisi jumlah mahasiswa aktif yang menempuh perkuliahan di universitas ini. Berdasarkan data yang saya peroleh dari http://forlap.dikti.go.id, tercatat dari 11 program studi pada Universitas PGRI, ada 9.508 mahasiswa yang aktif (data pertanggal 1 Maret 2016). Faktanya semenjak adanya konflik internal, PGRI telah beberapa kali mewisudakan mahasiswa/inya. Apakah mahasiswa yang selama masa konflik diwisudakan ini telah “tamat” dan tercatat di forlap dikti? Sulit untuk dijawab tapi pastinya banyak interpretasi.

Sekarang saya mencoba mencari tau kebenaran informasi penutupan yang beredar di media online. Rujukan pemberitaan saya adalah http://www.expontt.com/.

Fullscreen capture 312016 93906 AM

Setelah saya mengecek langsung situs resmi Expo NTT, beritanya di beri judul “Universitas PGRI dan STKIP Kupang sudah ditutup”. Saya sendiri kesulitan untuk mengetahui kapan berita ini di upload. Selain mencari tau langsung ke situ resmi media ini, saya pun mencarinya via google browser. Dengan kata kunci “kampus pgri ntt sudah tutup expo-ntt” saya pun tidak menemukan tanggal upload berita ini.

Fullscreen capture 312016 94510 AM

Tanggal ini sangat penting karena kita dapat memastikan apakah berita ini berita lama atau baru saja di rilis. Jika berita ini barusan beredar luas, bisa jadi berita ini baru di rilis. Selesai dengan tanggal, kita maju lagi untuk mengecek informasi yang ada dalam berita tersebut.

Fullscreen capture 312016 95442 AM

Seperti yang dapat kita baca pada gambar di atas, sumber berita penutupan kampus PGRI dan STKIP Kupang adalah metrotvnews.com Saya mencoba masuk ke situs http://www.metrotvnews.com/ dan melakukan pencarian berita dengan kata kunci “perguruan tinggi ditutup” maka munculah beberapa link berita metrotvnews yang terkait dengan penutupan perguruan tinggi.

Fullscreen capture 312016 101142 AM

Saya mencoba membaca pada link pertama dengan judul “ini Daftar 243 Perguruan Tinggi yang dinonaktifkan”. Ternyata, berita ini sama persis dengan berita yang ada pada media online http://www.expontt.com. Yang membedakan menurut saya hanyalah dari sisi judul. Metrotvnews.com menggunakan pilihan kata “Dinonaktifkan”, sedangkan expontt.com lebih memilih menggunakan kata “Sudah Ditutup”.

Terlepas dari diksi yang digunakan, yang paling menarik untuk di simak sebenarnya adalah waktu rilis berita. Berita pada metrotvnews.com telah dirilis sejak 30 September 2015, sedangkan expontt.com belum kita ketahui secara pasti. Akan menjadi sangat fatal jika expontt.com menggunakan sumber berita yang telah lama diberitakan oleh metrotvnews.com dan baru di rilis. Secara pribadi saya sangat meyakini berita terkait penutupan 2 Kampus di NTT ini sebenarnya telah lama di rilis oleh expontt namun baru beredar luas di media sosial.

PGRI Sudah TUTUP ?

Mari bersama kita temukan jawabannya. Saya mencoba mengecek infonya di situs http://ristekdikti.go.id/. Di situs ini memang memuat informasi tentang tutup-menutup Perguruan Tinggi. Salah satunya adalah informasi tertanggal 22 Februari 2016 yang berjudul “Memenuhi Syarat, 104 PTS Telah Diaktifkan Kembali” atau dapat pula di baca pada link ini: http://ristekdikti.go.id/memenuhi-syarat-104-pts-telah-diaktifkan-kembali/.

Fullscreen capture 312016 104320 AMmenariknya adalah jika kita baca secara lengkap, maka kita menemukan bahwa pada September 2015 yang lalu, informasi melalui PD Dikti, PTS yang dalam status pembinaan sejumlah 243 PTS, yang terdiri dari 228 PTS di lingkungan Kemenristekdikti dan 15 PTS dari Kementerian Agama. Selanjutnya Kemenristekdikti melalui Ditjen kelembagaan, membentuk tim pendampingan akademik yang bertugas untuk melakukan pembinaan kepada PTS-PTS yang dalam status pembinaan tersebut.

Setelah 6 bulan, PTS berstatus pembinaan yang telah diaktifkan sebanyak 104 PTS. Selain itu ada 103 PTS yang telah ditutup atau dicabut izinnya. Hingga saat ini PTS yang masih berstatus pembinaan masih tersisa 21 PTS. Bagi PTS yang ditutup atau dicabut izinnya antara lain dikarenakan permohonan dari PTS yang bersangkutan atau rekomendasi dari Kopertis. Karena setelah dilakukan visitasi, PTS tersebut tidak bisa memenuhi syarat minimal yang ditetapkan menurut peraturan yang berlaku. Selain itu dari 243 PTS tersebut ada 15 PTS yang merupakan PTS dari lingkungan Kementerian Agama.

Pertanyaannya adalah Bagaimana dengan Universitas PGRI Kupang, apakah sudah dicabut izinnya/ditutup atau termasuk dalam 21 PTS yang masih dalam pembinaan? Jawabannya mudah sekali yakni tinggal mengecek info Perguruan Tinggi di situs http://forlap.dikti.go.id.

Fullscreen capture 312016 110548 AM

Ternyata, Universitas PGRI masih terdata di Pangkalan Data Perguruan Tinggi Kementrian Riset, Teknologi dan Perguruan Tinggi di provinsi NTT nomor urut 5. Lalu bagaimana dengan statusnya apakah sudah di tutup atau masih dibina?

Fullscreen capture 312016 111558 AM

Berdasarkan situs resmi http://forlap.dikti.go.id Status universitas PGRI adalah Pembinaan. Oleh karena itu, Universitas PGRI Kupang belum ditutup tapi masih dalam masa Pembinaan.

Jika universitas ini sudah di tutup harusnya di data forlap.dikti tidak terdata lagi. Soal Pemberitaan yang beredar kesimpulan saya adalah tidak benar. Apapun beritanya hendaknya pihak-pihak yang bersengketa segera islah agar tidak ada lagi pihak-pihak yang dirugikan.

Semoga bermanfaat.

About historysubject

Let's Get To Learn History

Posted on March 1, 2016, in Education. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. Hilde Mudamakin

    Makasie atas verifikasi info yang tersebar sebelumx. Semoga PGRI cepat menyelesaikan masalah internalnya sehingga pihak lain tdk dirugikan. Banyak yang cemas menanti kejelasan.

    Like

    • historysubject

      Kuncinya ada di Internal Kampus, jika masalah tak kunjung diselesaikan bukan tidak mungkin Dikti mengambil Langkah Penutupan. Seluruh civitas dihimbau untuk mendesak yang sedang “bersitegang” untuk mengedepankan kepentingan kemaslahatan banyak orang.

      Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: