2016 WAJIB KEMBALI KE KURIKULUM 2006 (KTSP)

Perbincangan Kurikulum Sekolah semenjak adanya Kurikulum 2013 seakan tak ada hentinya. Penerbitan Kurikulum 2013 yang dinilai terlalu tergesa-gesa sehingga banyak Sekolah/Madrasah tidak siap untuk menggunakannya. Banyak Guru Sekolah/Madrasah yang mengeluh dengan hadirnya Kurikulum 2013. Mereka menganggap kalau KURTILAS sangat sulit untuk diterapkan dalam pembelajaran.

Ketidaksiapan Sekolah/Madrasah dalam mengaplikasikan Kurikulum 2013 didengar oleh Anies Baswedan. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini menyatakan untuk meringankan beban tugas Guru maka pada tahun 2016 tepatnya Semester Genap semua Sekolah/Madrasah se-Indonesia wajib kembali menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP).

Keputusan kembali menggunakan Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) pada tahun 2016 adalah berdasarkan rekomendasi Tim Evaluasi Implementasi Kurikulum 2013 serta diskusi dengan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Ujar Anies Baswedan bahwa umumnya Sekolah/Madrasah di Indonesia belum siap untuk menjalankan Kurikulum 2013.

Tentunya ini adalah informasi yang menggembirakan. Kini Sekolah/Madrasah akan terlepas dari beban yang membingungkan tentang adanya Kurikulum 2013.

Bukan hanya itu saja, Anies Baswedan merencanakan akan mengundangkan penerapan Kurikulum 2006 pada Semester Genap mendatang kedalam Peraturan Menteri.

Kembali memberlakukan Kurikulum 2006 pada Semester Genap meski dirasa terburu-buru, namun menurut Anies Baswedan hal ini akan menghemat anggaran pendidikan. Namun sebaliknya jika Kurikulum 2013 dilanjutkan tentunya ongkos untuk para pelajar akan jauh lebih mahal.

“Di situ letak masalahnya. Karena kurikulum dilaksanakan terburu-terburu jadi masalah, dilanjutkan terus lebih masalah. Kalau dihentikan tentu ada masalah, tapi minimal ini cut cost. Kalau diteruskan ongkosnya akan lebih mahal untuk anak-anak kita. Tapi untuk pendidikan kita ini jadi kesempatan untuk koreksi dan buat pelajaran untuk semua,” tegasnya.

Kemudian Anies Baswedan menegaskan bahwa pergantian Kurikulum ini tidak main-main serta bukan untuk kepentingan diri sendiri. Namun menurutnya pergantian Kurikulum ini dilakukan demi untuk kepentingan Siswa, Guru, dan Orangtua.

“Jangan main-main dengan kurikulum, karena kurikulum itu bukan sesuatu untuk kepentingan menterinya. Kurikulum itu untuk kepentingan siswa, guru, bisa interaksi dengan baik. Idealnya kurikulum sudah matang baru dilaksanakan, jadi enggak ketemu masalah kayak gini,” begitu ungkap Anies.

Landasan dihentikan keberlakukan Kurikulum 2013 karena masih terdapat masalah dalam kesiapan buku, sistem penilaian, penataran guru, dan lain sebagainya. Menurut Anies Baswedan semenjak adanya Kurikulum 2013, Pendidikan Indonesia menghadapi masalah yang tidak sepele. Alasannya proses penerbitan Kurikulum 2013 dinilai amat cepat sehingga banyak Sekolah/Madrasah yang kelabakan.

Akibatnya seluruh anak-anak, guru, dan orang tua siswa dipaksa harus menghadapi konsekuensi KURTILAS ini. Maka atas dasar itu semua, untuk tahun 2016 tepatnya pada Semester Genap seluruh Sekolah/Madrasah se-Indonesia harus kembali menggunakan Kurikulum 2006 (KTSP).

source: info-menarik.net

About historysubject

Let's Get To Learn History

Posted on December 13, 2015, in Education. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: