Kisah Sukses Apple Inc

Ketika Bill Fernandez, seorang penggema komputer muda dari Santa Clara, Amerika Serikat (kemudian dijuluki “Silicon Valley”), memperkenalkan temannya Steve Jobs kepada Stephen Wozniak atau “Woz”, nama julukan yang diberikan oleh teman-temannya pada tahun 1971, tidak ada yang menyangka bahwa kedua penggemar komputer muda ini akan menjadi pendiri salah satu perusahaan teknologi raksasa yang paling inovatif pada abad ke-20 dan ke-21.

Steve dan Woz bertemu pada tahun 1969 di Homestead High School, saat keduanya berusia 14 tahun dan 19 tahun. Dan keduanya langsung menjadi teman baik meskipun Woz 5 tahun lebih tua daripada Steve. Pada saat itu, Woz sedang merancang sebuah papan komputer kecil dengan Bill Fernandez yang mereka sebut “Soda Cream Computer” dan memperlihatkannya ke Steve.

Wozniak kemudian menyebutkan dalam otobiografinya, iWoz, “Biasanya, sulit bagi saya untuk menjelaskan kepada orang-orang tentang desain barang elektronik yang saya kerjakan tapi Steve dapat segera memahaminya. Dan aku menyukainya. Dia kurus dan penuh energi. Steve dan saya dapat dengan mudah bergaul, meskipun ia masih di SMA. Kita berbicara tentang elektronik, musik yang kita sukai dan tentang lelucon yang menarik.”

Awalnya Apple Computer

Pada tahun 1974, Ed Roberts meluncurkan Altair, yaitu komputer kit yang didasarkan pada mikroprosesor 8080 dimana setiap orang bisa merakitnya sendiri. Woz sangat terkesan oleh Altair dan ia mempunyai keyakinan bahwa ia dapat membuat satu produk yang jauh lebih baik.

Lalu dia mulai bekerja pada komputernya sendiri – yang berdasarkan pada mikroprosesor, MOS Technology 502. Woz menunjukkan desain komputernya kepada Steve Jobs. Steve langsung terkesan dengan rancangan Woz. Dia tidak tahu banyak tentang papan sirkuit tapi ia dapat melihat ada permintaan pasar untuk memiliki sebuah komputer (yang saat itu hanya terdiri dari sebuah papan sirkuit ) yang dapat digunakan untuk menulis perangkat lunak. Steve Jobs melihat bahwa banyak orang akan tertarik dengan rancangan brilian Woz dan ia menyarankan untuk menjual papan itu ke pasar.

Mereka mulai membangun papan sirkuit pertamanya, biaya yang dibutuhkan sebesar $1,000, untuk itu Steve rela menjual mobil Volkswagennya dan Stephen Woz menjual kalkulator HP 65nya. Setelah itu mereka mulai berpikir tentang bagaimana menamai perusahaan mereka, namun mereka tidak bisa menemukan nama yang cocok, sampai suatu hari, Steve mengatakan bahwa mereka akan menamainya Apple Computer jika mereka tidak bisa mendapatkan nama yang lebih baik. Lalu mereka meminta bantuan dari Ronald Wayne untuk mempersiapkan dokumen yang diperlukan untuk memulai sebuah perusahaan dan menggambar logo pertama perusahaan. Sebagai balas jasanya, Ron akan mendapat 10% saham perusahaan, sementara Steve dan Woz membagi sisanya masing-masing 45%.

Pesanan pertama Apple Computer datang dari anggota Homebrew, Paul Terrel. Dia baru memulai toko komputernya yang bernama Byte Shop di Mountain View dan ia menyadari akan kebutuhan pasar untuk komputer yang sudah dirakit secara utuh. Paul memesan 50 unit komputer dari Apple dengan harga $500 untuk setiap unitnya. Uang sebanyak $25,000 itu sangat berarti untuk perusahaan baru mereka. Steve dan Woz mulai membuat komputer di garasi Steve dengan bantuan dari adik Steve, Patti dan temannya dari Reed, Dan Kottke.

Pada tahun pertama, Apple merakit papan sirkuit di garasi Steve dan mereka berkeliling untuk menjual Apple I dalam bentuk kit ke toko-toko komputer lokal dengan harga $666.66.

Inilah awal dari Apple Computer yang didirikan oleh Steve Jobs, Stephen Wozniak dan Ronald Wayne pada tanggal 1 April 1976.

Peluncuran Apple II

Sementara itu, Woz mulai bekerja pada komputer baru, Apple II. Desain Apple II didasarkan pada desain Apple I tetapi dapat beroperasi dengan lebih cepat dan pengurangan penggunaan chip hingga 50%. Apple II juga merupakan komputer personal komersial pertama dengan casing plastik dan mempunyai fitur grafis warna – dapat menampilkan warna bila disambungkan ke TV berwarna. Apple II juga memiliki bahasa bawaan, BASIC. Ini adalah komputer pertama yang memungkinkan pengguna untuk menggunakan bahasa pemrograman BASIC.

Woz dan Steve yakin bahwa Apple II akan menjadi terobosan yang spektakuler. Setelah Apple II selesai, Steve mulai mencari investor untuk mendanai ekspansi Apple. Dia berbicara dengan beberapa pemodal ventura, di antaranya adalah Don Valentine namun Don menolak mereka, tetapi ia memperkenalkan mereka ke investor lain, salah satunya Mike Markkula.

Steve dan Woz akhirnya membuat kesepakatan kerjasama dengan Mike Markkula – seorang mantan eksekutif Intel yang kemudian berinvestasi dalam bisnis mereka. Saat itu Steve masih berusia 24 tahun. Mike cukup jeli menyadari potensi investasi tersebut dan meyakinkan Steve dan Woz bahwa perusahaan mereka akan masuk dalam daftar Fortune 500 dalam waktu kurang dari dua tahun. Mike akan menginvestasikan 250,000 dolar AS untuk membuat 1,000 komputer. Ini adalah angka yang sangat besar untuk Steve dan Woz yang masih muda. Mike juga menyarankan agar Woz berhenti dari Hewlett Packard agar dapat lebih berkonsentrasi mengembangkan Apple II dan juga bersikeras bahwa mereka harus mengiklankan produk komputer baru mereka, Apple II.

Regis McKenna, salah satu desainer iklan yang paling terkenal di Silicon Valley bekerja dengan Steve Jobs untuk membuat iklan pertama Apple. Disamping itu Steve juga merekrut Rob Janoff seorang director seni yang terkenal untuk merancang logo baru bagi Apple Computer. Rob Janoff yang menyarankan logo berupa sebuah apel yang telah di gigit (sehingga tidak akan terlihat seperti tomat), serta warna bergaris untuk menekankan kemampuan Apple II untuk menampilkan warna.

Steve Jobs, juga mengajak temannya Rod Holt untuk membuat kotak power supply dan sekaligus merancang casing plastik untuk Apple II. Mike Markkula kemudian memilih Mike Scott dari National Semiconductor untuk menjabat sebagai CEO Apple yang pertama. Keputusan pertamanya sebagai CEO adalah memindahkan kantor Apple ke Stevens Creek Boulevard di Cupertino.

Apple Computer sekarang sudah siap untuk meluncurkan Apple II di West Coast Computer Faire, yaitu sebuah konferensi yang diadakan di San Francisco pada 16-17 April 1977. Saat itu, Apple II masih berupa prototipe tetapi casing plastik Apple II membuatnya terlihat seperti produk profesional.

Apple II mendapat banyak perhatian selama West Coast Computer Faire dan diprediksikan akan segera menjadi simbol dari revolusi komputer pribadi di seluruh dunia. Ini menjadi awal dari revolusi komputer pribadi di tahun 1980. Apple II telah “menghancurkan” semua kompetitornya (Commodore PET dan Radio Schack TRS-80) karena terobosan perangkat keras.

Pada Januari 1978, perusahaan Apple telah dihargai sebesar 3 juta dolar AS. Setelah itu Apple menerima dana ventura tambahan dari investor baru, diantaranya Arthur Rock ($57,600), Don Valentine ($150,000) dan perusahaan kapital ventura Venrock ($288,000).

Penjualan Apple II meroket sepanjang tahun 1978 hingga 1980. Ini dikarenakan desain Apple II yang menarik, dikombinasikan dengan keyboard yang terintegrasi, kemampuan untuk disambungkan (plug-to) ke TV untuk menampilkan gambar berwarna dan program bawaan BASIC yang memungkinkan penulisan perangkat lunak dengan sangat mudah.

Delapan slot ekspansi di Apple II juga membuat Apple II lebih menarik.

Namun, salah satu kunci keberhasilan Apple II juga berkaitan dengan VisiCalc, program spreadsheet pertama di pasaran. Jutaan akuntan, usaha kecil dan bahkan individu sekarang dapat melakukan perhitungan keuangan dengan cepat berkat perangkat lunak ini. Ribuan orang membeli Apple II hanya untuk dapat menggunakan VisiCalc.

Akibatnya, Apple tumbuh pada tingkat yang sangat cepat. 2,500 unit Apple II terjual pada tahun 1977, kemudian meningkat menjadi 8,000 unit pada tahun 1978 dan 35,000 unit terjual pada tahun 1979.

Sejumlah model yang berbeda dari seri Apple II terus dikembangkan, termasuk Apple IIe dan Apple IIGS, yang masih dapat ditemukan di banyak sekolah di Amerika sampai akhir tahun 2005.

Sementara itu, para insinyur di Cupertino mulai bekerja untuk merancang produk masa depan Apple. Pada akhir tahun 1978, mereka mulai membuat Apple III dimana Woz menolak untuk ikut serta dalam proyek tersebut.

Selain itu ada juga proyek Apple yang disebut Macintosh – proyek ini dipimpin oleh ilmuwan komputer Jef Raskin. Dia mulai membentuk sebuah tim kecil untuk menciptakan sebuah komputer yang mudah digunakan.

LISA meletak fondasi untuk GUI

Steve Jobs sendiri tidak terlibat dalam proyek Macintosh tetapi dia bekerja pada sebuah proyek bernama LISA. Proyek LISA mengambil arah dramatis pada akhir 1979, setelah kunjungan Steve ke Xerox.

Xerox Palo Alto Research Center yang lebih dikenal dengan Xerox PARC, dimulai pada awal tahun 1970 oleh perusahaan Xerox. Para produsen mesin fotokopi merasa bahwa bisnis inti fotokopi akan terancam oleh revolusi komputer yang sedang muncul. Untuk mengantisipasi era “paperless office”, Xerox mendirikan pusat penelitian di Stanford Research Park dan mempekerjakan ilmuwan komputer berbakat untuk menciptakan “kantor masa depan”.

Pada tahun 1979, ketika Steve Jobs mengunjungi PARC, para peneliti di Xerox telah merintis beberapa teknologi yang akan merevolusi komputasi selamanya. Mereka memiliki jaringan komputer yang dapat terhubung satu sama lain dengan menggunakan Ethernet. Mereka juga mengembangkan pemrograman berorientasi objek (OOP) – cara baru untuk menulis perangkat lunak dengan jauh lebih efektif.

Saat itu mereka juga sedang mengembangkan printer laser. Dan mereka telah merancang komputer pertama di dunia yang menggunakan Graphic User Interface (GUI). Pada saat itu, Xerox Alto memiliki perangkat aneh yang disebut mouse yang dapat digunakan untuk memindahkan kursor di layar, membuka file dan folder, menyalin dan menyisipkan konten di dalamnya.

Sebagai imbalan atas hak eksklusif Xerox untuk membeli saham Apple senilai 1 juta dolar AS saat go public, Xerox mengijinkan Apple Computer mengunjungi fasilitas PARC selama 3 hari. Setelah sepuluh menit pertama melihat fitur PARC, Steve sadar dengan jelas bahwa semua komputer di masa depan akan bekerja seperti itu.

Xerox PARC tidak memproteksi teknologi mereka dari pesaing luar. Manajemen konservatif di Xerox PARC tidak pernah menyadari sejauh mana perkembangan yang telah dicapai oleh peneliti mereka di California. Mereka hanya menganggap Xerox PARC sebagai proyek yang tidak penting.

Setelah mengunjungi PARC, Steve memiliki banyak ide-ide baru yang akan menjadi dasar untuk membuat komputer pertama GUI yang dinamakan Apple LISA. Beberapa peneliti dan insinyur dari PARC dibajak oleh Apple, seperti Larry Tesler dan Bruce Horn untuk mengembangkan GUI untuk LISA. Insinyur Apple Computer tidak mengembangkan antarmuka LISA dalam semalam. Mereka membutuhkan waktu berbulan-bulan untuk pengujian antarmuka LISA sampai produk itu siap diluncurkan.

LISA diperkenalkan ke publik pada tahun 1983 dengan harga $9,995. Karena harganya yang sangat tinggi, LISA gagal menembus pasar, namun mereka telah berhasil meletakkan dasar untuk komputer antarmuka GUI di masa depan.
Apple Computer memperoleh pendapatan $47 juta dolar AS pada tahun 1979. Dewan direktur perusahaan, termasuk anggota baru seperti Arthur Rock dan Don Valentine mulai membahas tentang rencana masa depan Apple untuk mendaftarkan diri di bursa saham.

Apple “Go Public”

Apple mulai beriklan di media massa, terutama di Wall Street Journal dan menyebarkan legenda jenius teknis Stephen Wozniak dan jenius pemasaran Steve Jobs yang memulai revolusi komputer dari garasi mereka.

Setelah hanya empat tahun keberadaannya, akhirnya, pada 12 Desember 1980, Apple go public. Meskipun negara Amerika sedang di tengah resesi, penawaran saham perdana Apple mencapai sukses besar di luar dugaan semua orang. IPO Apple merupakan penawaran umum terbesar dalam sejarah Amerika sejak IPO Ford Motor Company pada tahun 1956.

Walaupun Apple II berhasil menjadi komputer yang sukses berkat VisiCalc, namun sesungguhnya keberhasilan Apple sedang terancam karena pada tahun 1982 perusahaan raksasa IBM juga berencana untuk memasuki pasar komputer pribadi (PC). Apple sadar bahwa untuk dapat mempertahankan posisinya maka mereka harus segera merilis produk baru.

Apple III dirilis pada musim semi 1980 tetapi gagal di pasaran.

“1984″ Macintosh

Kegagalan Apple III membuat Apple Computer memusatkan seluruh energi mereka pada proyek pimpinan Steve Jobs yang disebut LISA. Namun Steve Jobs justru didepak dari proyek LISA karena ia dianggap terlalu temperamental. Banyak insinyur yang menolak untuk bekerja sama dengan Steve karena ia dinilai sebagai manajer yang sangat keras dan keji.

Steve merasa sangat kecewa dan ia membalas dendam dengan mengambil alih sebuah proyek kecil yang disebut Macintosh. Dia bertekad untuk membuat komputer GUI yang lebih murah yang dapat menghancurkan penjualan LISA.
Untuk Steve, proyek Macintosh akan menyelamatkan Apple dari proyek LISA yang anggarannya terus membengkak dan dari birokrasi perusahaan. Steve mencoba memotivasi tim Macintosh dengan menanamkan nilai-nilai kewirausahaan dan menyebut timnya sebagai “pemberontak” dan “seniman”, sedangkan karyawan Apple yang lain disebut sebagai “bozos”.

Pada bulan Januari 1983, Steve pergi ke Pantai Timur untuk menghadiri acara peluncuran komputer LISA. Ketika Steve berada di New York City, ia bertemu dengan eksekutif PepsiCo, John Sculley dan membujuknya untuk mengundurkan diri dari Pepsi-Cola dan menjadi CEO Apple.

Steve menantang John Sculley dan berkata, “Apakah Anda ingin menjual air soda selama sisa hidup Anda atau apakah Anda mau ikut dengan saya dan mengubah dunia menjadi lebih baik?

Selama beberapa bulan pertama bekerja di Apple, hubungan John dengan Steve sangat dekat. Dan yang lebih penting lagi, Sculley setuju dengan visi Steve untuk membuat Macintosh menjadi prioritas pertama di Apple Computer. Sepanjang tahun 1983, LISA gagal menembus pasar karena harga $9,995 dianggap pasar terlalu mahal. Apple masih tetap mengandalkan penjualan Apple II yang pangsa pasarnya terus menyusut karena semakin meningkatnya penjualan IBM PC. Macintosh diumumkan kepada pers pada bulan Oktober 1983 diikuti dengan brosur 18 halaman di berbagai majalah pada bulan Desember.

Debut Macintosh diumumkan secara spektakuler oleh iklan televisi nasional, “1984″ yang ditayangkan selama kuartal ketiga dari Super Bowl XVIII pada 22 Januari 1984. Iklan ini disutradarai oleh Ridley Scott, dengan biaya produksi sebesar 1.5 juta dolar AS.

Dua hari setelah iklan 1984 ditayangkan, Macintosh mulai dijual. Macintosh dilengkapi dengan dua aplikasi yang dirancang untuk memamerkan antarmuka Macintosh yaitu, MacWrite dan MacPaint.

Meskipun dalam beberapa bulan pertama, penjualan Mac cukup mengembirakan tetapi penjualan Mac mulai menurun. Ada beberapa kekhawatiran tentang komputer Macintosh: pertama, ia sangat lambat, karena processornya mengalami kesulitan menangani antarmuka GUI yang kompleks. Penyebab lainnya adalah harganya yang mahal. Mac dijual dengan harga $2,500, sedangkan harga IBM PC hanya dijual dengan harga $1,500.

Hubungan Steve dengan CEO John Sculley juga semakin memburuk. Ketika Sculley sedang pergi keluar kota, pada 23 Mei 1985, Steve mengumpulkan beberapa rekan utamanya dan mengatakan kepada mereka bahwa Sculley ingin mengeluarkan Steve dari perusahaannya sendiri. Keesokan harinya, Sculley mendengar tentang pertemuan tersebut dan membatalkan perjalanannya. Dia menghadapkan Steve di depan dewan direksi Apple.

Setelah diskusi intens selama berjam-jam, dewan direksi masih belum dapat menemukan solusi terbaik untuk menyelesaikan konflik di antara Steve dan Sculley. Steve mengatakan dia akan mengambil cuti sampai mereka merombak kembali struktur organisasi.

Beberapa hari kemudian, pada tanggal 28 Mei 1985, Sculley memberitahu Steve bahwa dewan telah memutuskan struktur organisasi yang baru dan Steve tidak termasuk dalam jajaran eksekutif. Steve tertegun dan hampir tidak percaya. Apple merupakan hidupnya dan pada usia 30 tahun, Steve telah dipaksa keluar dari posisi manajerial oleh dewan direksinya.

Pada tanggal 17 September 1985, Steve mengumumkan pengunduran dirinya dari Apple kepada wartawan yang berkumpul di rumahnya di Woodside.

Walaupun penjualan Macintosh merosot dalam tahun-tahun awal, namun kemudian Macintosh dapat berkembang pesat di pasar karena PostScript, bahasa komputer yang dikembangkan oleh dua peneliti dari Xerox PARC, John Warnock dan Charles Geschke. Sebelum PostScript, mencetak teks dari komputer adalah hal yang sulit dilakukan. Pada waktu itu belum ada standarisasi, sehingga setiap program harus mengenal setiap printer, dan sebaliknya.

Ketika PostScript menjadi standar: setiap teks editor mulai berbicara dalam bahasa PostScript, dan begitu juga dengan printer sehingga mereka semua mulai saling memahami satu sama lain dan dapat bekerja dengan mudahnya. Visi Steve terbukti benar. Setahun setelah ia meninggalkan Apple, penjualan Macintosh meroket berkat revolusi desktop publishing. Teknologi ini yang hanya tersedia pada Mac sehingga mendorong penjualan Apple meningkat lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Comeback Steve Jobs

Pembicaraan Steve Jobs untuk kembali ke Apple dimulai pada tahun 1995, bahkan sebelum Gil Amelio diangkat sebagai CEO. Pada Desember 1995, teman Steve, Larry Ellison, pendiri dan CEO Oracle dan salah satu orang terkaya di dunia, berbicara tentang rencana pengambil alihan Apple di media dan di situsnya. Semua persiapan telah dilakukan oleh Oracle dan beberapa investor lain untuk membeli Apple Computer dengan harga sekitar $3 miliar dan kemudian menunjuk Steve sebagai CEO baru. Tetapi Steve kemudian menolak rencana ini pada menit- menit terakhir.

Setelah peluncuran Windows 95, Mac yang telah berubah menguntungkan tetapi gagal berkembang selama satu dekade ketika Steve keluar dari Apple, mulai kehilangan pangsa pasar secara drastis . Pada tahun 1996, CEO Apple yang baru, Gil Amelio sedang mencari sistem operasi yang baru untuk menggantikan Mac OS yang lama.

Pada Desember 1996, Steve muncul di Apple untuk pertama kalinya sejak ia meninggalkan Apple sebelas tahun yang lalu dan ia meyakinkan dewan direksi untuk menggunakan teknologi NEXTSTEP dan juga untuk membeli perusahaannya, NEXT Computer Inc. Apple membayar 429 juta dollar AS untuk mengakuisisi NeXT dan Steve pun kembali ke Apple yang telah mendepaknya keluar 10 tahun yang lalu.

Ketika Amelio mengumumkan kerugian Apple sebesar $700 juta dollar AS untuk kuartal pertama 1997, Steve lalu menjual sahamnya sehingga berakibat harga saham Apple jatuh lebih rendah lagi. Dalam wawancara dengan majalah Time, Steve berkata, “Ya, saya menjual saham saya. Saya putus asa dan saya tidak yakin bahwa dewan direksi Apple akan melakukan sesuatu untuk menyelematkan Apple. Saya tidak berpikir harga saham Apple akan naik.

Pada bulan Juli 1997, dewan direksi yang dipimpin oleh sekutu Steve, yaitu Ed Woolard Jr, mengulingkan Amelio setelah 500 hari menjabat sebagai CEO dan meminta Steve Jobs untuk menjadi CEO yang baru. Steve menolak tetapi ia bersedia untuk menjadi CEO sementara dan membantu Apple untuk kembali ke jalur yang benar sebelum meninggalkan posisi itu untuk orang lain. Setelah menjadi CEO sementara, Steve langsung merombak dan memasukkan temannya, Ed Woolard (ketua DuPont), Gareth Chang (presiden Hughes Internasional), Larry Ellison (CEO Oracle), Jerry York (mantan CFO Chrysler & IBM) serta Bill Campbell(CEO Intuit) ke dalam dewan direksi.

Salah satu keputusan pertama Steve adalah membuat kesepakatan dengan Microsoft. Meskipun Microsoft dianggap sebagai musuh bebuyutan Apple, Steve Jobs dan Bill Gates saling menghormati satu sama lain. Steve mengusulkan untuk menyelesaikan perselisihan di antara mereka. Kesepakatan itu termasuk mengakhiri semua tuntutan hukum paten, perjanjian Microsoft untuk tetap merilis Microsoft Office untuk Mac selama lima tahun ke depan dengan pertukaran membuat Internet Explorer sebagai default web browser pada Mac dan investasi Microsoft sebesar $150 juta dollar AS dengan Apple dalam bentuk saham tanpa hak memilih.

Steve Jobs juga mengisyaratkan strategi pemasaran baru untuk Apple. Dia akan fokus pada budaya Apple, yaitu pemberontakan dan kreativitas artistik. Ini akan menjadi awal dari kampanye “Think Different”. Steve merekrut Lee Clow dari TBWA Chiat/Day, agen iklan yang bertanggung jawab untuk iklan Macintosh (terutama iklan komersial “1984″) untuk membantunya memulihkan citra Apple di mata publik. Hasilnya adalah serangkaian foto hitam-putih besar yang menarik, yang menggambarkan orang terkenal yang berhasil mengubah dunia dengan cara berpikir yang berbeda (“Think Different”.)

Steve mulai bekerja dengan sangat keras di paruh kedua tahun 1997 untuk menempatkan Apple kembali ke jalurnya. Ia mengamati setiap tim dalam perusahaannya dan memanggil mereka masuk ke ruang konferensi Apple satu per satu. Semua orang harus bisa meyakinkan Steve bahwa produk yang mereka sedang kerjakan atau rancang mempunyai nilai strategis untuk perusahaan. Jika produk tersebut dirasa tidak dapat memberikan keuntungan, maka proyek itu akan langsung dihentikan. Walaupun Gil Amelio telah mengurangi jumlah proyek dari 350 menjadi sekitar 50 , namun Steve menguranginya lagi sehingga hanya tinggal 10 proyek.

Steve merekrut sejumlah eksekutif NeXT yang tetap setia kepadanya dan membawa mereka pindah ke Apple. Dia menunjuk Avie Tevanian sebagai kepala divisi perangkat lunak, Jon Rubinstein sebagai kepala divisi perangkat keras, Mitch Mandich untuk penjualan dan Phil Schiller untuk pemasaran di seluruh dunia. Dia secara pribadi menangani setiap operasi hingga pada akhirnya ia merekrut Tim Cook dari Compaq pada bulan Maret 1998 sebagai COO. Karena kinerja Tim Cook yang memuaskan, Tim Cook akhirnya menjadi CEO Apple pada tahun 2011 ketika Steve Jobs mengundurkan diri secara resmi dari Apple karena kondisi kesehatan Steve yang terus menurun.

Pada 10 November 1997, Jobs juga memperkenalkan Apple Store yang memungkinkan konsumen membeli produk Apple langsung dari toko onlinenya. Model penjualan komputer seperti ini juga ditiru oleh beberapa perusahaan komputer pesaingnya diantaranya Dell Computer.

Steve juga membawa budaya kerahasiaan yang telah dikembangkan di NeXT ke Apple. Kebijakan baru ini sangat jelas dan tegas: siapapun yang membocorkan informasi tentang produk baru ke wartawan akan langsung dipecat.

Di sisi perangkat lunak, semua programmer mulai bekerja untuk membawa NeXTSTEP ke platform Mac yang dipimpin oleh Avie Tevanian. Empat tahun kemudian, Mac OS X baru berhasil diluncurkan.

Sedangkan untuk hardwarenya, Steve memutuskan untuk memulai lagi dari awal. Apple akan mengurangi lebih dari 20 jenis lini produk dan hanya akan membuat 4 produk yang menurutnya paling menjanjikan yaitu: sebuah desktop untuk konsumen, notebook untuk konsumen, desktop untuk profesional dan notebook untuk profesional.

Lini produk pertama yang digarap oleh Steve Jobs adalah Power Mac dan PowerBook, yang ia luncurkan pada bulan November 1997. Peluncuran perdana ini hanya sebelas bulan setelah ia kembali ke Apple.

Produk kedua adalah Mac generasi pertama yang menggunakan prosessor, Power PC G3 baru dari Motorola. Kecepatan Power Mac dan Powerbook relatif lebih cepat dan memiliki lebih banyak keunggulan dibandingkan dengan komputer PC berbasis Pentium.

Ketika Steve Jobs kembali ke Apple, penjualan produk Apple juga mulai meningkat secara signifikan sehingga di Macworld 1998, pada tanggal 8 Januari 1998, Steve mengumumkan di atas panggung bahwa Apple telah kembali memperoleh keuntungan. Untuk pertama kalinya sejak tahun 1996, Apple dapat mencapai keuntungan sebesar 45 juta dollar AS di kuartal terakhir 1997.

Tapi terobosan Apple yang terbesar masih belum muncul. Ketika Steve kembali ke Apple, sebuah tim sedang bekerja dengan mesin NC (Network Computer). Pada waktu itu mulai muncul rumor yang berpendapat bahwa komputer pribadi tidak akan diminati lagi dan akan digantikan dengan “jaringan komputer” yang dihubungkan melalui Internet. Steve kembali melanjutkan proyek itu dan mengembangkannya menjadi sebuah komputer desktop baru, yaitu iMac (i singkatan dari Internet).

Munculnya iPod

Pada tahun 1998, Steve tidak membayangkan digital hub akan meluas sampai ke musik karena perkiraan awalnya hanya di sekitar desktop video editing. Itulah sebabnya iApp pertama yang dirilis adalah iMovie dan bukan iTunes. Ketika fenomena Napster meletus pada tahun 2000, Steve menyadari bahwa ia salah dan telah menyia-nyiakan waktunya yang berharga.

Untuk mengejar ketinggalannya, Apple membeli SoundStep, sebuah perusahaan baru yang sedang mengerjakan proyek digital jukebox yang disebut SoundJam yang didirikan oleh Jeff Robbin, mantan karyawan Apple. Setelah perusahaannya dibeli alih oleh Apple, Robbin membutuhkan waktu hanya 4 bulan untuk mengembangkan versi pertama dari iTunes dan diresmikan oleh Steve di MacWorld Expo pada Januari 2001.

Bahkan sebelum iTunes dirilis, Steve telah meminta Robbin untuk bekerja pada proyek baru untuk mengembangkan sebuah pemutar musik portabel digital. Analisis pasar Apple beranggapan bahwa tidak seperti pasar kamera dan camcorder digital, pasar player MP3 tidak memiliki pemimpin pasar yang jelas. Steve memanfaatkan kesempatan ini untuk memasuki pasar dengan merancang perangkat yang elegan dan mudah digunakan yang akan menjadi pendamping ideal untuk iTunes.

Karena Steve ingin segera mengeluarkan produk ke pasar maka ia berpaling ke seorang insinyur dari luar Apple bernama Tony Fadell, pendiri PortalPlayer yang telah mencoba menjual prototipe player kecil MP3nya ke beberapa perusahaan elektronik. Fadell bergabung dengan Apple pada bulan Februari 2001 dan dalam waktu sembilan bulan kemudian, iPod diluncurkan pada akhir Oktober 2001, tepat diawal musim liburan.

iPod asli berbeda dari pesaingnya dalam beberapa aspek. iPod memiliki desain yang indah, roda klik dan antarmuka pengguna yang membuat browsing koleksi musik menjadi sangat mudah dan cepat. Selain itu, iPod juga memiliki hard drive yang bisa menyimpan hingga 5GB atau “1000 lagu di saku Anda”, juga konektivitas FireWire yang 30 kali lebih cepat daripada USB MP3 player dan kemampuannya untuk melakukan sinkronisasi dengan iTunes dengan lancar.

Belum ada player MP3 lain yang dapat bersaing dengan fitur-fitur terobosan iPod. iPod dengan cepat menjadi produk yang sangat laris untuk pecinta musik dan pembajak digital. Dalam waktu singkat iPod sudah diakui sebagai “Walkman era digital”. Bahkan pengguna Windows membeli Mac hanya agar mereka dapat menggunakan pemutar musik kecil berukuran kotak rokok itu.

Penjualan iPod melaju pesat melebihi target mereka – 140,000 iPod terjual di kuartal ketiga 2002, kemudian 200,000 pada kuartal keempat 2002, meningkat ke 336,000 di kuartal pertama 2003 dan masih terus meningkat.

Apple kemudian mulai mencari konten lagu. Pada saat itu, kebanyakan orang akan mengunduh lagu secara ilegal. Apple menemukan solusi untuk dapat mengunduh lagu secara legal yaitu dengan membangun sebuah toko musik online. Mereka bernegosiasi dengan perusahaan musik yang lain karena mereka masih pemain pemula. Ketika itu, perusahaan-perusahaan musik besar berusaha keras untuk melawan Napster tetapi mereka juga enggan untuk memulai toko online sendiri karena takut hal itu akan menghancurkan model bisnis mereka.

iTunes yang hanya berjalan di Mac masih merupakan sebagian kecil dari pasar PC sehingga mereka memandang usulan Apple sebagai sebuah kesempatan untuk mencoba model baru dengan resiko terbatas.

Pada tanggal 28 April 2003, Apple meluncurkan iTunes Music Store. ITunes Music Store adalah toko musik online pertama yang telah berhasil mendapatkan restui dari Big Five, yaitu lima perusahaan musik terbesar (Sony, Warner, EMI, BMG dan Universal).

Hasil yang diraih melebihi harapan mereka. 5,000,000 lagu terjual hanya dalam delapan minggu dan 8,000,000 lainnya dalam lima belas minggu berikutnya.

Ini adalah model bisnis pertama yang layak untuk menjual musik secara online. Semua orang senang – perusahaan musik, akhirnya menemukan cara untuk mengalahkan Napster; pendapatan Apple juga meningkat berkat iPod dan tentu saja pelanggan pada akhirnya disediakan cara yang mudah dan legal untuk mendapatkan musik.

iTunes segera akan menjadi toko musik online #1 dan menguasai pangsa pasar sebesar 80%. iTunes telah berhasil menjual 850 juta lagu pada awal Januari 2006. Pada tahun 2010, 10 miliar lagu telah di unduh melalui iTunes.

Steve merasa gembira karena kualitas produk Apple akhirnya diakui dan diterima oleh masyarakat Tidak seperti pangsa pasar Mac yang stagnan dikisaran 5%, pada Januari 2004, iPod telah berhasil menguasai pangsa pasar sebesar 30% (dari unit yang terjual) dan menjadikannya pemimpin pasar pemutar musik portabel. Hanya Apple yang dapat membuat iPod karena belum ada perusahaan lain yang tahu bagaimana membuat hardware dan perangkat lunak yang canggih.

Steve Jobs tidak membiarkan Apple berpuas diri dan berhenti untuk berinovasi. Pada Januari 2004, Steve meluncurkan iPod mini di Macworld. Ini adalah versi lebih kecil dari iPod dan memiliki banyak pilihan warna. Dalam sekejab iPod mini menjadi pemain lagu MPS terlaris di dunia.

Satu tahun kemudian, Steve memperkenalkan iPod shuffle, versi murah dari iPod dengan tujuan untuk menjangkau sisa kompetisi. Sebuah kemajuan yang signifikan dicapai pada tahun 2006 ketika pendapatan Apple dari iPod setara dengan pendapatan yang diperoleh dari penjualan produk komputernya.

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Apple telah meninggalkan pesaingannya untuk menjadi pemain berpengaruh dalam bidang elektronik. Pangsa pasar iPod telah mencapai 75%.

Setiap tahun Apple selalu meningkatkan lini produknya. Mulai dari iPod Shuffle pada 11 Januari 2005, kemudian iPod nano pada 7 September 2005 dan iPod video di 12 Oktober 2005. Setelah itu produk iPod baru selalu diluncurkan secara rutin setiap tahun di bulan September.

Dalam bisnis distribusi musik, iTunes Store juga diperluas hingga ke pasar luar negeri: Apple Store Eropa diluncurkan pada bulan Juni 2004 dan diikuti oleh Apple Store Jepang setahun kemudian. Pada Januari 2006, pangsa pasar iTunes ‘ telah mencapai 85% dari download musik legal dengan mengorbankan situs download musik lainnya dan saluran distribusi tradisional seperti toko musik.

Apple telah menjadi pemimpin yang tidak dapat dikalahkan dalam era baru musik digital. Pertumbuhan penjualan iPod yang begitu luar biasa ditambah dengan sukses besar iTunes dan toko ritel Apple Store yang terus berkembang (Apple mempunyai lebih dari 357 Apple Store pada Juli 2011) – semuanya ini memberikan berkontribusi yang sangat besar untuk ekspansi Apple dari tahun 2004 dan seterusnya.

Bisnis Mac pada akhirnya juga mulai meningkat. iPod telah berhasil mengalihkan pengguna Windows untuk pindah ke Mac dan keberhasilan toko ritel Apple Store juga membuat produk Apple lebih mudah diakses oleh pelanggan.

Pada bulan Februari 2006, Steve meluncurkan iPod hi-fi, yaitu iPod dengan sistem speaker stereo yang dirancang khusus untuk iPod. Steve mengklaim bahwa kualitas suara yang dihasilkan dapat menyaingi audio high-end seharga 10,000 dolar AS dengan cukup membayar sebesar $349. Tetapi pasar justru berpendapat sebaliknya dan akhirnya iPod hi-fi dihentikan produksinya pada bulan September 2007.

Munculnya iPhone & berdiri Apple Inc

Proyek iPhone dimulai pada tahun 2003 meskipun rumor tentang produk itu telah beredar lama sebelumnya. Ide dasarnya adalah merancang sebuah produk perangkat digital utama yang akan menggabungkan telepon, PDA dan iPod. Sebelumnya, Apple telah membuat produk telepon dengan ROCKR Motorola di akhir tahun 2005 – sebuah chipset standar yang kompatibel dengan iTunes. Tapi produk tersebut tidak dapat beroperasi dengan baik dan itu hanya merupakan solusi sementara sebelum Apple muncul dengan ponselnya sendiri.

Hal pertama yang dilakukan Steve Jobs sebelum merancang iPhone adalah bertemu dengan operator ponsel. Pertemuan mereka diadakan pada awal tahun 2005 dan Apple berjanji untuk membuat satu perangkat “yang lebih maju dari apa pun untuk tahun-tahun mendatang“. Steve segera membuat kesepakatan dengan operator #1 di AS yaitu AT&T. Cingular (CEO AT&T) menyadari bahwa satu-satunya cara untuk meningkatkan keuntungan bukan bersaing dalam hal harga tetapi dari peningkatan pemakaian data online. Karena konsep iPhone utama adalah untuk berselancar di Web, maka itu sesuai dengan strategi mereka.

Sekali lagi, penghargaan diberikan kepada Apple karena kemampuan uniknya untuk berinovasi dalam industri elektronik konsumen. Ini adalah perpaduan perangkat keras dan perangkat lunak dan Apple adalah satu-satunya perusahaan yang unggul di keduanya.

Dengan digunakannya Mac OS X sebagai sistem operasi, iPhone mampu menjalankan setiap jenis perangkat lunak Mac. Dan untuk hardware, fitur yang paling revolusioner adalah layar sentuhnya. Awalnya Apple mengembangkan teknologi ini untuk PC tablet yang akhirnnya baru diperkenalkan tiga tahun kemudian sebagai iPad.

Pengembangan iPhone memiliki beberapa kelemahan terutama ketika mereka berencana hendak memulai dari awal kembali pada tahun 2006. Tetapi akhirnya prototipe siap untuk diluncurkan pada Macworld, 9 Januari 2007. Saat Steve berdiri di panggung Moscone Center di San Francisco, ia mengatakan bahwa mereka akan membuat sejarah bersama-sama, Steve tahu iPhone akan menjadi salah satu produk yang paling penting dalam sejarah Apple.

Untuk mengembangkan transformasi Apple dari perusahaan yang membuat komputer ke elektronik konsumen, pada akhir keynote Macworld, setelah Steve memperkenalkan iPhone dan Apple TV, Steve mengumumkan bahwa nama perusahaan akan berubah dari “Apple Computer Inc” ke “Apple Inc”.

Setelah tiga puluh tahun, perusahaan Apple telah mengubah Steve Jobs dari pangeran Silicon Valley hingga menjadi Raja era Digital.

Munculnya iPad

Selama sepuluh tahun terakhir, jauh sebelum Apple mengumumkan iPad, banyak orang sudah berbicara tentang sebuah komputer berukuran tablet. Pada Nopember 2001, Bill Gates pernah meluncurkan tablet PC berbasis Microsoft di COMDEX kemudian diikuti Samsung, Hewlett Packard dan Asus beberapa tahun kemudian dengan versi tablet PC mereka masing-masing.

Entah apakah selama ini Apple telah bekerja di belakang pintu tertutup untuk mengembangkan iPad atau tidak – yang pasti pada 27 Januari 2010, Steve Jobs mengumumkan peluncuran iPad di kantor pusatnya di California. Presentasi itu dibawakan dengan santai dimana Steve Jobs duduk di sofa sambil mendemonstrasikan iPad.

Ketika iPad dirilis pada tahun 2010, sangat sedikit dari kita yang bisa mengerti manfaat dari komputer tablet itu. Sebagian besar berpikir iPad itu tidak lebih dari sebuah iPhone yang besar. Namun, iPad ternyata menjadi sangat populer dan itu tentunya karena ternyata iPad bisa melakukan banyak hal.

Apple berhasil menjual 500,000 iPad pada minggu pertama setelah peluncurannya dan menjual 7.5 juta unit hingga September 2010. Sampai akhir 2010, Apple menguasai 84% pangsa pasar tablet.

Tahun 2010 adalah tahun yang didominasi oleh produk-produk high end Apple. Apple telah menjadi pemimpin untuk empat pasar yang terus berkembang: pemutar musik digital (iPod), distribusi musik digital (iTunes), smart phone dan aplikasi mobile (iPhone, iPod touch dan App Store) dan sekarang PC tablet (iPad).

Steve juga tampil di acara peluncuran iPad 2 pada 2 Maret 2011. iPad 2 mempunyai tampilan yang lebih tipis, lebih ringan, lebih cepat dan dilengkapi dengan sepasang kamera. Apple terus mendominasi pasar tablet PC dengan inovasi mereka. Sejak 11 Maret 2011, iPad 2 telah terjual sebanyak 15 juta unit di seluruh dunia.

Pada 6 Juni 2011, Steve meluncurkan layanan berbasis cloud, iCloud di acara Apple’s Worldwide Developers Conference. Saat itu adalah kemunculan Steve yang terakhir di muka publik. Konferensi ini menjadi ajang terakhir kalinya Steve berdiri di panggung dan berbicara kepada para penggemar Apple dan kritikus.

Perkembangan Apple setelah Jobs

Pada tanggal 7 Maret 2012, Tim Cook meluncurkan New iPad di San Fransisco. Sejak New iPad mulai tersedia di US, Australia, Canada, France, Germany, Hong Kong, Japan, Puerto Rico, Singapore, Switzerland, UK dan US Virgin Islands pada tanggal 16 Maret 2012, Apple Inc telah berhasil menjual 3 juta unit New iPad di seluruh dunia hanya dalam waktu 4 hari.

Dalam acara tersebut, Tim Cook juga menyampaikan beberapa prestasi Apple Inc diantaranya, jumlah apps yang telah diunduh dari App Store telah mencapai 25 miliar apps dan 110 juta orang telah mengunjungi App Store selama kuartal keempat tahun 2011.

Selain itu, jumlah toko ritel Apple Store terus bertambah di seluruh dunia hingga mencapai 362 toko pada saat itu.

Tim Cook juga berkata bahwa jumlah perangkat iOS yang terjual di kuartal keempat 2011 mencapai 62 juta unit, termasuk 15.4 juta unit iPad.
Selain itu jumlah perangkat iOS (iPhone, iPad, iPod touch) yang terjual selama tahun 2011 telah mencapai 315 juta unit dan sejak layanan iCloud diluncurkan, 100 juta pengguna telah mendaftarkan diri untuk layanan berbasis cloud tersebut.

Sejak sistem operasi iOS dirilis pada 2007 hingga Juni 2013, Apple telah berhasil menjual 600 juta perangkat iOS yang meliputi iPad, iPad Mini, iPhone dan iPod Touch.

Namun, pada 17 April 2013, saham Apple pertama kalinya melorot di bawah $400, dikisaran $398.11 sebelum akhirnya kembali naik hingga menyentuh $402.80 pada penutupan perdagangan. Apple yang sebelumnya mencetak keberhasilan luar biasa selama bebarapa tahun terakhir, namun belakangan semakin mengalami tekanan dari masalah saling mengugat, persaingan bahkan masalah dengan para penanam modalnya.

Pada waktu yang sama, sebagian analis juga menyatakan kekecewaan mereka atas penundaan peluncuran produk-produk baru Apple.

Di samping itu sengketa hukum hak paten antara Apple dan Motorola Mobility sebagai unit usaha perangkat mobile Google juga masih belum menemukan titik terang penyelesaian. Para pembuat perangkat mobile saling mengajukan gugatan hak paten yang berhubungan dengan teknologi nirkabel sejak 2010. Kasusnya kemudian bertambah dengan gugatan terkait paten baru, yang pada akhirnya, merupakan pertempuran global meraih pangsa pasar dan keuntungan.

Sengketa paten yang seakan tiada akhir, juga berlangsung antara Apple dan Samsung. Keduanya mempermasalahkan paten perangkat lunak dan desain dari produk ponsel pintar dan tablet. Selain di AS, perseteruan antara Apple dan Samsung juga terjadi di Inggris, Jerman, Belanda, Jepang, Korea Selatan dan Australia.

Apple untuk pertama kalinya dalam satu dekade mengalami penurunan keuntungan di kuartal pertama, hingga akhir Maret 2013 Apple mencatat keuntungan bersih sebesar 9.5 miliar dollar AS, turun dibandingkan dengan keuntungan kuartal yang sama tahun lalu dimana Apple berhasil mencapai 11.6 miliar dollar AS. Penjualan terbanyak masih dipegang oleh dua produk andalan, iPhone dan iPad yang memberikan kontribusi pendapatan sebesar 43.6 miliar dollar AS.

Tetapi ada kekhawatiran di kalangan investor yang membuat harga saham Apple anjlok. Apple telah kehilangan sekitar 40% nilai pasar saham sejak menyentuh rekor tertinggi September tahun lalu. Meski Apple tetap menjadi pemain dominan di pasar komputer tablet dan telepon pintar, para investor khawatir bahwa pasarnya mulai terkikis oleh pesaingnya yang semakin populer seperti Samsung.

Pangsa pasar Samsung juga semakin berkembang di sektor telepon pintar dan komputer tablet. Berdasarkan data IDC, saat ini dominasi Android di dunia smartphone sudah tak terbantahkan, dengan pangsa pasar mencapai 75 persen di kuartal pertama 2013 sementara Apple berada di urutan kedua dengan market share hanya 17.3 persen. Namun tablet iPad buatan Apple masih menguasai pangsa terbesar dengan jumlah 39.6 persen pada kuartal pertama 2013, meski turun 58.1 persen dari tahun sebelumnya.

Tetapi sejauh ini penjualan iPhone dan iPad masih dianggap memuaskan oleh para investor. Apple mengatakan telah menjual 37.4 juta iPhone dan 19.5 juta iPad di seluruh dunia dalam periode tiga bulan pertama di tahun 2013. Apple juga berencana untuk membeli kembali saham mereka sebesar 60 miliar dollar AS, dan meningkatkan keuntungan dividen bagi pemegang saham menjadi 15 persen. Hal itu mendorong sentimen positif di pasar modal, dan harga saham Apple terkorekai naik 5.5 persen di Wall Street.

Para pengamat menilai Apple perlu terobosan baru dalam mengembangkan dan menemukan inovasi produk baru untuk dapat tetap mempertahankan posisinya sebagai pemimpin dalam kompetisi, ketimbang hanya menyandarkan diri pada pengembangan produk yang ada seperti yang dilakukan saat ini.

Pada konferensi Apple Worldwide Developer Congress (11 Juni 2013), Apple mengumumkan iOS versi 7 dalam bentuk beta untuk pengembang aplikasi yang bisa diunduh mulai 11 Juni 2013. Sedangkan untuk konsumen iOS versi 7 ini baru bisa diunduh menjelang akhir tahun 2013 (musim gugur di Amerika Serikat).

Di ajang WWDC 2013, Apple juga meluncurkan iTunes Radio Service, sebagai pesaing streaming musik Pandora dan Spotify. Dikabarkan Apple sudah mencapai kesepakatan dengan label musik raksasa, seperti Universal, Warner, dan Sony Music, yang bersedia mendukung Apple untuk memperkaya layanan ini.

Tim Cook juga memberikan indikasi bahwa mereka sedang mengembangkan sebuah produk baru. Jam tangan pintar buatan Apple hampir dipastikan bukanlah sekadar rumor. Kabar terbaru menyebutkan, Apple iWatch akan menggunakan sistem operasi iOS (sama dengan di iPhone dan iPad) dan akan dibuat menggunakan material kaca melengkung. Apple menargetkan peluncuran jam tangan pintar pada akhir tahun 2013. Saat ini, Apple disebutkan masih berkutat dengan masalah ketahanan baterainya. Menurut sebuah sumber TheVerge, setelah di-charge penuh, prototipe jam tangan pintar ini hanya mampu bertahan beberapa hari saja tetapi Apple menginginkan iWatch dapat bertahan lebih lama, setidaknya 4 sampai 5 hari.

Menurut sumber berita dari Reuters, Apple juga merencanakan untuk mengeluarkan iPhone terbaru dalam 2 jenis ukuran, 4.7″ dan 5.7″ yang direncakan akan hadir pada 2014 mendatang. Apple mencoba melakukan perluasan varian produk agar dapat bersaing dan menghadang penjualan Samsung di hampir semua lini.

Dari sumber yang sama dikatakan akan hadir pula iPhone “ekonomis” yang akan tersedia dalam beberapa warna pilihan dan terbuat dari plastik. Salah satu alasan Apple membuat dan meluncurkan iPhone ekonomis adalah untuk menghabiskan stok layarnya yang berukuran 3.5″. Dengan peluncuran iPhone ekonomis dengan ukuran layar 3.5″ atau menyerupai iPhone 4S, maka Apple akan dapat menjual produk “baru” dengan harga yang lebih terjangkau untuk pasar di luar AS seperti di negara Asia.

Para analis berharap tahun 2013-2014 akan menjadi tahun kebangkitan Apple. Apakah Apple akan kembali bangkit menjadi perusahaan yang paling inovatif di dunia?

About historysubject

Let's Get To Learn History

Posted on November 9, 2013, in Education. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: