Pertempuran hebat demi Timor (Battle of Timor)

Kali ini penulis mencoba mengangkat kembali jejak sejarah perang dunia ke II yang ada pulau Timor khususnya di wilayah Kupang.  Sengaja hal ini diangkat kembali mengingat banyaknya generasi muda yang mungkin belum tahu atau hanya mengetahui sekilas garis besar peristiwa tersebut. Battle of Timor adalah pertempuran sengit 3 hari antara tentara sekutu dalam hal ini Australia melawan tentara kekaisaran Jepang yang berlangsung 19 sampai 22 Februari 1942. Meski terhitung singkat namun pertempuran ini  menelan begitu banyak korban dan berlangsung sadis, dan yang terutama pertempuran ini berpengaruh pada sejarah Indonesia khususnya di pulau Timor Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Sampai pada akhir-1941, Pulau Timor dibagi secara politis antara dua kekuatan kolonial: Portugis di bagian timur dengan ibu kota di Dili, dan Belanda di bagian barat dengan pusat administrasi di Kupang. Sebuah kantong daerah Portugis di Ocussi juga dalam wilayah Timor barat yang dikuasai Belanda. [2] kekuatan military  Belanda yakni 500 tentara berpusat di kota Kupang, Pada waktu itu pemerintah Australia dan Belanda telah mencapai suatu kesepakatan jika Jepang melakukan invasi ke Indonesia, maka Australia akan menyediakan pesawat dan pasukan untuk memperkuat Belanda di Timor. setelah Jepang menyerang Pearl Harbor 7 desember 1941, Pemerintah Australia telah mengirim sebuah kekuatan kecil-yang dikenal dengan nama Sparrow Force yang tiba di Kupang pada tanggal 12 Desember 1941. Sparrow Force awalnya dipimpin oleh Letnan Kolonel William Leggatt, dan termasuk Batalyon 2/40th, unit-komando Independen kompi ke II di bawah komando Mayor Alexander Spence, yang di perkuat dengan baterai artileri pantai.dan total sekitar 1400 orang pasukan. Sementara itu Kekuatan pasukan  Belanda dikomando Letnan Kolonel Nico van Straten, termasuk Dependensi Garrison Batalyon, sebuah kompi dari Batalyon Infantri VIII, satu kompi cadangan infanteri, kompi senapan mesin dan peleton dari Batalyon Infantri XIII dan artileri baterai[7]  kekuatan ini masih ditambah dengan12 pesawat Lockheed Hudson pembom ringan dari squadron 2, Angkatan Udara Australia (RAAF). Sparrow Force awalnya dikerahkan di sekitar Kupang, dan lapangan udara  Penfui (El-tari sekarang),  unit pasukan yang lain ditempatkan di sekitar Kelapalima , Oesapa  Besar dan Babau, sementara basis Logistik juga didirikan lebih ke timur yaitu di Camplong. sekitar 45 km arah timur kupang,dikota kupang sendiri tepatnya di daerah Kelapa lima,tentara Australia telah menempatkan 2 batery artileri pertahanan pantai yang diarahkan ke teluk kupang, karena menurut perkiraan pihak sekutu bahwa armada jepang akan memasuki kupang dari arah utara teluk Kupang, ternyata belakangan prediksi sekutu ini meleset karena Armada jepang bukan datang dari utara tetapi dari arah selatan. Hal ini dikarenakan jepang telah menyebarkan Intelijen nya dengan sangat rapi di Kupang untuk memantau situasi kekuatan sekutu. Akibatnya 2 buah meriam besar sebagai battery artileri peertahanan pantai yang di tempatkan Australia di Desa Kelapa Lima kota Kupang menjadi mubazir dan tak di gunakan sama sekali hingga perang berahir.

Pada bulan Januari 1942, pasukan Sekutu yang berada di pulau Timor menjadi inti dalam “Barrier Melayu” istilah yang disebut, oleh Komando Amerika-Inggris-Belanda-Australia di bawah komando keseluruhan Jenderal Sir Archibald Wavell. Staf pendukung tambahan Australia tiba di Kupang pada 12 Februari, termasuk Brigadir William Veale, yang telah menjabat sebagai komandan Sekutu di Timor. Pada saat itu, banyak anggota Sparrow Force-kebanyakan dari mereka adalah yang tidak terlatih untuk pertempuran di daerah kondisi tropis ahirnya menderita malaria dan penyakit lainnya.  Lapangan Terbang  Penfui (bandara El-tari sekarang) juga menjadi kunci hubungan udara antara Australia dan pasukan Amerika yang  berperang di Filipina di bawah Jenderal Douglas MacArthur. Penfui diserang oleh pesawat Jepang pada tanggal 26 dan 30 Januari 1942, namun serangan itu berhasil di halau oleh meriam anti-pesawat  dari penembak Inggris dan, P-40  pemburu dari Squadron 33, angkatan udara Amerika ke 11  yang berbasis di Darwin. Akibat serangan Jepang ini, pihak sekutu berencana mendatangkan kekuatan tambahan untuk memperkuat Sparrow Force di kupang pada bulan februari,Sementara itu, Rabaul jatuh ke tangan Jepang pada tanggal 23 Januari, diikuti oleh Ambon  3 Februari, yang ditandai dengan hancurnya kekuatan gull force sekutu di sana Kemudian, pada 16 Februari, konvoi Sekutu yang membawa bala bantuan dan pasokan ke Kupang-dikawal oleh  kapal penjelajah berat USS Houston, kapal perusak USS Peary, dan kapal-kapal HMAS Swan dan Warrego – juga diserang oleh angkatan udara Jepang dan dipaksa untuk kembali ke Darwin tanpa mendarat.  Dengan demikian maka Para bala bantuan telah mencakup tentara Australia  batalyon-the 2/4th Pioneer Batalyon Pioneer-dan Batalyon Artileri ke-49 Amerika tak dapat dikirim ke Kupang dan itu berarti  Sparrow Force tidak dapat diperkuat lebih lanjut dan Jepang malah telah mengisolasi pulau Timor yang mana Sparrow force yang berada di kupang harus bertempur apa adanya jika Jepang mendara. Pada malam 19 februari 1942  pasukan Sekutu di Timor juga mendapat  serangan udara yang sangat intens, yang telah menyebabkan kekuatan RAAF  ditarik ke Australia. Pengeboman itu ditindaklanjuti dengan pendaratan utama dari resimen Grup-dua  batalyon 228 berjumlah sekitar 4.000 tentara Jepang-di sebelah barat daya kota kupang tepatnya dimuara Sungai OelPaha. Diperkuat Lima tank Tipe 94 yang mendarat untuk mendukung infanteri Jepang, dan angkatan maju utara, memotong posisi Belanda dan Sparrow force di barat dan menyerang posisi Batalyon 2/40th di Penfui. Satu kompi Jepang di terjunkan didesa Oesao sekitar 22 km sebelah timur Kupang ,hal ini tentu saja mengakibatkan pasukan sekutu terpotong dan terpisahkan antara Kupang dan Camplong.Leggatt memerintahkan penghancuran lapangan terbang, tetapi jalur  Sekutu untuk mundur ke arah Champlong telah dipotong oleh jatuhnya sekitar 300 pasukan payung  Jepang,  Sparrow Force yang ngotot untuk meloloskan diri bergerak lebih jauh ke timur, hal ini karena sudah tidak mungkin lagi mempertahankan Kota Kupang yang telah dipenuhi serdadu dai Nippon dan pertempuran sengit yang tidak berimbang antara 2000an tentara sekutu  melawan 5000an tentara Jepang berlangsung disepanjang jalur Kupang-Oesao pertempuran ini sangat berdarah-darah karena kedua pasukan bertempur mati-matian demi hidup hingga kehabisan amunisi dimana bayonet dan sangkur bahkan batu dan tinju digunakan semua untuk bisa mempertahankan nyawa, di daerah Tanah merah sekitar 18km sebelah timur Kupang pertempuran paling sadis terjadi dimana saat tentara Australia kalah jumlah mereka berkelahi dengan tangan kosong, menurut para tua-tua adat yang masih hidup dan waktu itu menyaksikan secara sembunyi sembunyi mengatakan bahwa pertarungan itu sangat sadis, saat 1 tentara Jepang di robek 2 tentara Australia dengan cara kedua kakinya di tarik dua orang kearah berlawanan hingga putus tubuhnya.  Pada pagi hari tanggal 23 Februari, Pasukan LetKol William Legatt  Batalyon 2/40th telah membunuh 78 anggota pasukan paying Jepang, tapi dengan pasukannya kehabisan amunisi, kelelahan, dan membawa banyak orang yang terluka parah LetKol  Leggatt menerima tuntutan Jepang untuk menyerah di Oesao. Batalyon 2/40th telah menderita 84 orang tewas dan 132 orang terluka dalam pertempuran itu, sementara lebih dari dua kali jumlah itu akan mati sebagai tawanan perang selama dua setengah tahun ke depan.

Hanya sedikit dari anggota Sparrow Force  bersama Brigadir William Vealle dan sekitar 290 tentara Australia dan Belanda terus-lari kea rah timur hingga ke parbatasan Timor Timur,sebagian bergerilya di hutan hutan Timor barat hingga perang berahir. Selama itu mereka disembunyikan oleh penduduk asli Timor dari pencarian tentara Jepang.

Source  : Kupangboys.com

About historysubject

Let's Get To Learn History

Posted on September 4, 2012, in History NTT. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: